36 Orang Disanksi Langgar Prokes COVID-19 Saat Acara HRS di Petamburan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 12:24 WIB
Sejumlah saksi memberikan kesaksian dalam sidang kasus kerumunan di Petamburan
Sejumlah saksi memberikan kesaksian di sidang kasus kerumunan di Petamburan. (Luqman Nurhadi/detikcom)
Jakarta -

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut ada 36 orang yang ditindak saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Mereka ditindak karena melanggar protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

"Sebanyak 36 orang kita tindak, 19 orang sanksi kerja sosial membersihkan sarana-prasarana umum, 17 menjalankan sanksi denda administrasi. Terkumpul dendanya Rp 1.450.000," ujar Arifin dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Kamis (22/4/2021).

Arifin menyebut Satpol PP telah menjalankan tugasnya dalam pengawasan acara di Petamburan. Pihaknya juga telah menerjunkan personel dari wilayah Tanah Abang sekitar 200 orang. Arifin mengaku turut memonitor acara lewat kantor Kelurahan Petamburan karena di lokasi acara itu kondisi jemaah cukup padat.

"Kondisi sangat padat. Saya melakukan pengawasan di kantor Lurah Petamburan bersama Pak Lurah dan Pak Wali Kota. Perkembangan saya dapatkan melalui WA, semua kegiatan yang ada di lapangan, termasuk mengikuti kegiatan itu melalui Front TV. Sampai pukul 01.00 WIB saya meninggalkan kantor Lurah Petamburan," katanya.

Setelah kegiatan Maulid Nabi itu, Arifin melakukan rapat bersama pejabat Satpol PP DKI dan Satpol PP Jakarta Pusat. Pihaknya berkumpul untuk menyelidiki adanya pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 dalam acara tersebut.

"Pagi harinya, Minggu tanggal 15, saya mengadakan rapat anggota Satpol PP ada PPNS dan Satpol PP wilayah yang saya ajak membedah apakah terjadi pelanggaran protokol kesehatan COVID-19," ucapnya.

Dari rapat itu, Arifin menyimpulkan ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 dalam acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq di Petamburan. Pihaknya lantas menyambangi rumah Habib Rizieq untuk menyampaikan surat sanksi denda administrasi sebesar Rp 50 juta.

"Hasil ada pelanggaran protokol kesehatan sesuai regulasi Pergub 79/2020. Kami mengirimkan surat, mengantar surat langsung memberitahukan kegiatan pernikahan tanggal 14, kami kenakan sanksi denda administrasi. Kami diterima perwakilan keluarga, kami sampaikan pemberitahuan itu saya tanda tangan dikenakan denda Rp 50 juta dan denda itu telah dibayarkan," jelasnya.

Diketahui, Habib Rizieq didakwa melakukan penghasutan terkait kerumunan di Petamburan. Atas perbuatannya itu, Habib Rizieq didakwa pasal berlapis.

Berikut pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam persidangan perkara penghasutan terkait kerumunan di Petamburan:

1. Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
2. Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
3. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;
4. Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan
5. Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

(run/fas)