Kepala Negara ASEAN ke Jakarta 23-24 April, Rekayasa Lalin Situasional

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 12:19 WIB
Gedung Sekretariat ASEAN diresmikan Jokowi hari ini. Sebelum menjadi gedung Sekretariat ASEAN, bangunan itumerupakan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Gedung Sekretariat ASEAN (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Kepala Negara tamu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean dijadwalkan tiba di Jakarta mulai Jumat, 23 April. Selama kedatangan para kepala negara ini, Polda Metro Jaya akan memberlakukan rekayasa pengalihan arus hingga penutupan.

"Rekayasa lalin situasional, ada penutupan maupun pengalihan arus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, khususnya saat tamu negara melintas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Sambodo tidak merinci titik-titik penutupan arus lalu lintas. Namun, menurutnya, penutupan dilakukan di rute-rute yang akan dilintasi oleh para tamu kepala negara.

"Situasional, di jalur yang dilewati dari Bandara Soekarno-Hatta ke akomodasi dan ke lokasi konferensi di Gedung Sekretariat ASEAN," imbuhnya.

Diketahui, kepala negara atau setingkat kepala negara yang hadir dalam KTT ASEAN ini dari Negara Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Malaysia. Lalu negara Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam juga akan hadir dalam KTT ASEAN ini.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan 300 personel untuk mengamankan para kepala negara yang hadir dalam KTT ASEAN tersebut. Selain pengawalan mobil, Polda Metro Jaya mengerahkan pengawalan motor untuk pengamanan rute.

"Kegiatan (pengamanan) ini melibatkan 300 personel yang terdiri dari 150 personel untuk pengawalan yang merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya dan Korlantas serta 150 personel untuk pengamanan rute. Dan (juga) melibatkan 32 mobil pengawalan dan 60 motor pengawalan," tambahnya.

Apel pengamanan KTT ASEAN ini dilakukan pagi tadi di Polda Metro Jaya. Sambodo mengatakan Kakorlantas Irjen Istiono memimpin apel ini.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Sekjen PBB Desak Segera Hentikan Kekerasan di Myanmar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2