TikTok 'Persalinan' Masuk Pelanggaran Sedang, dr Kevin Samuel Disanksi IDI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 10:58 WIB
Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan M Yadi Permana
Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan M Yadi Permana (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Selatan menjatuhkan sanksi kepada dr Kevin Samuel terkait konten TikTok 'persalinan' yang menuai kecaman. Setelah melewati perjalanan sidang, IDI menyatakan dr Kevin Samuel melanggar kode etik dengan pelanggaran kategori sedang.

"Kemudian, dalam proses perjalanannya, dilakukan beberapa kali sidang dan terakhir 21 April kemarin, bertepatan dengan Hari Kartini yang bersangkutan mengakui kejadian tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi karena kejadian tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran etika profesi kedokteran kategori sedang," kata Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan M Yadi Permana dalam jumpa pers di Kantor IDI Cabang Jaksel, Jalan Lebak Bulus III, Jaksel, Kamis (22/4/2021).

Yadi menerangkan IDI telah menerapkan sanksi sesuai dengan kategori pelanggaran. Dalam hal ini, pelanggaran dr Kevin Samuel masuk dalam kategori satu dan dua, yang terukur selama 6 bulan.

"Maka IDI Cabang Jakarta Selatan telah mengenakan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan kategori pelanggaran sanksinya termasuk kategori satu dan kategori dua, yang terukur tentu selama 6 bulan," tuturnya.

IDI mengatakan pola persidangan terhadap dr Kevin Samuel telah mengikuti tata tertib organisasi profesi kedokteran.

"Pola persidangan tersebut telah mengikuti tata tertib organisasi," ujarnya.

Diketahui, aksi dr Kevin Samuel Marpaung bikin konten TikTok 'persalinan' menuai kecaman. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun kini menelusuri status dr Kevin Samuel.

Akun TikTok Kevin Samuel adalah @dr.kepinsamuelmpg, namun akun itu sudah dihapus. dr Kevin Samuel mengunggah konten yang memicu kecaman tersebut, yakni video berdurasi 15 detik.

Tayangan video tersebut dilengkapi teks dan musik, berisi adegan dr Kevin sedang memeriksa pembukaan dalam pemeriksaan persalinan. dr Kevin memperagakan pemeriksaan vagina dengan teks percakapan dengan bidan. Berikut adegan dan petikan teks dalam video viral itu.

Muncul teks, "Dok, Tolong Cek Pasien Ny.A udh pembukaan berapa..."

Lalu dokter tersebut menjawab, "Oke, kak..." dr Kevin mengernyitkan mata dan menggigit bibir bawah, mengacungkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) menunjukkan persiapan melakukan pemeriksaan vaginal touche.

Vaginal touche adalah pemeriksaan dengan metode memasukkan dua jari pemeriksa ke dalam vagina ibu untuk memeriksa pembukaan serviks atau leher rahim, apakah telah siap untuk proses kelahiran bayi atau belum.

Dokter tersebut kemudian memutar mata ke atas dan mendongak dengan keterangan 'Awkward moment'. Sambil bergoyang-goyang, dr Kevin menjawab, "Pembukaan 3 kak." Demikian isi konten TikTok itu.

Video TikTok dari dr Kevin Samuel menuai kecaman dari pemerhati hak perempuan, yakni Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks).

"Cabut SIP dan keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dokter yang membuat konten melecehkan pengalaman pasien!" demikian rilis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) yang diterima detikcom, Sabtu (17/4).

dr Kevin kemudian meminta maaf. Dia berjanji akan memfokuskan konten edukasi ke depannya.

"Saya dokter Kevin ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video konten saya mengenai pembukaan yang di mana di video tersebut saya tidak berhati-hati dalam memilih soundtrack dan memasang ekspresi wajah yang terkesan melecehkan," kata dia.

Simak Video: Permintaan Maaf dr Kevin Usai Konten TikTok-nya soal Persalinan Dikecam

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)