Di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Para Santri Riuh Berpuisi

Sudrajat - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 10:38 WIB
Habib Luthfi dan Robith Hasymi Yassin, putra Masriyah Amva
Habib Luthfi dan Robith Hasymi Yassin (Dok. Pesantren Kebon Jambu, Cirebon)
Jakarta -

Menulis adalah level ketiga sesudah mendengar dan membaca dalam aktivitas akademis. Kesadaran semacam ini tumbuh dengan baik di lingkungan Pesantren Kebon Jambu al-Islamy, Cirebon. Belasan santri di sana sudah mulai mengikuti jejak sang pengasuh mereka, Nyai Masriyah Amva.

Selain dikenal sebagai ulama perempuan, Masriyah tercatat sebagai penyair muslim terkemuka, Apa & Siapa Penyair Indonesia, 2017. Dia telah menulis lebih dari 20 buku motivasi dan puisi.

Sejak beberapa tahun terakhir telah belasan buku karya para santri Kebon Jambu diterbitkan. Baik puisi, novel, maupun buku referensi. Hilyatul Aulia, misalnya, menerbitkan Santriwati Berbicara Islam, Pesantren, Gender, dan Sastra. Sementara M. Iqbal Saripudin menulis novel Kabut Cinta di Ujung Senja, serta Muhammad Ridwan menerbitkan Catatan sang Santri.

Salah satu anak lelaki Masriyah, Robith Hasymi Yassin, menerbitkan tiga buku. Dua di antaranya, Dasar dasar Ilmu Mantiq, dan Skema dan tabel Aljauhar Almaknun menjadi materi rujukan di berbagai pesantren besar dan universitas-universitas Islam. "Juga dipakai untuk pelatihan guru-guru dan dosen," kata Masriyah bangga.

Sementara Syafii Atsmari, menantunya, menerbitkan enam buku seperti Minhajul 'Abidin, Syarifaty 'Imrity, dan Atsmarul Iman.

M. Iqbal Saripudin dan novel karyanyaM. Iqbal Saripudin dan novel karyanya Foto: Dok. Pesantren Kebon Jambu

Belakangan, Awanilah Amva, pun ikut menulis puisi. Karyanya diterbitkan dalam antologi 9-06-17.

Sedih yang terdalam adalah kehilanganmu / Hingga aku tak bisa memaknai kesedihan setelah itu / Bahagia yang kuasa dalah saat bersamamu / Hingga tak ada kebahagiaan lagi yang tersisa dalam rasaku

Demikian salah satu bait puisi dalam antologi tersebut. Sejak pertengahan 2017 hidup Awanilah berubah dari sekedar ibu rumah tangga menjadi pemimpin pesantren dengan seribuan santri di Kebon Jambu Al-Islamy. Kesedihan yang tak terperi selepas kepergian sang suami, Asror Muhammad, diubahnya menjadi semacam energi untuk berpuisi.

Lihat juga Video: Santri Weekend, Belajar Nyantai Gratis di Pesantren Habib Novel

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)