Pro-Kontra Rencana Pembangunan Masjid di Kompleks TVM Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 23:03 WIB
Tenda Masjid At-Tabayyun di Kompleks TVM Jakbar
Tenda Masjid At-Tabayyun (dok. Istimewa)
Jakarta -

Pembangunan masjid di Komplek Perumahan Taman Villa Meruya (TVM), Jakarta Barat, yang mayoritas warganya nonmuslim jadi polemik. Ketua Pembangunan Masjid At Tabayyun, Marah Sakti Siregar, menerangkan awal mula rencana pendirian masjid itu.

Marah Sakti menjelaskan warga muslim di TVM menuturkan selama 30 tahun di kompleks itu belum ada masjid. Pengembang juga disebut dia tidak melaksanakan kewajibannya, sampai akhirnya warga muslim berinisiatif secara swadaya urunan untuk membangun masjid.

Namun sejak saat itu juga pertentangan muncul. Padahal, menurut Marah Sakti, pihaknya sudah mengantongi izin Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menempati lahan 1.078 m2 milik pemda itu. Tapi, warga mayoritas di kompleks TVM menentang dengan alasan lahan tersebut diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau (RTH).

"Gubernur DKI juga tidak ujug-ujug terbitkan izin. Gubernur DKI terlebih dahulu menempuh proses untuk perubahan zonasi itu menjadi 'cokelat' (begitu istilahnya). Terlebih dahulu meminta perangkat daerah melakukan kajian. Itu saja makan waktu sekitar setahun baru Gubernur keluarkan izin," tutur Marah Sakti dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Marah Sakti juga mengungkapkan selama 10 tahun di lahan yang sama sudah berdiri kantor RW tanpa izin Pemprov dan tanpa IMB. Menurut Marah Sakti bangunan ilegal itu dianggap wajar lantaran untuk kepentingan warga.

Kini, lanjut Marah Sakti muncul warga menggugat dengan alasan pengembang sudah menyediakan lahan seluas 312 m2 untuk sarana ibadah (bukan masjid). Sementara menurutnya lahan tersebut bukan lagi milik pengembang melainkan sudah diserahkan ke Pemprov DKI.

Dijelaskan awal-awal pembangunan masjid ini sudah disosialisasikan ke seluruh perwakilan warga. Namun sejak itu juga mendapat tentangan. Saat itu dilakukan mediasi yang mana dicapai kesepakatan dengan dua pihak warga di kompleks TVM harus sama-sama mengurus izin.

"Siapa yang lebih dulu bisa memperoleh izin atas lahan yang mana pun maka semua pihak ikhlas menerima," begitu menurut Marah Sakti bunyi kesepakatan dalam rapat yang dipimpin Ketua RW dan dihadiri para Ketua RT dan beberapa tokoh masyarakat di TVM.

Kesepakatan itu yang menurut Marah Sakti diingkari oleh warga yang saat ini menggugat pembangunan masjid di Blok C1. Marah Sakti mengatakan pembangunan masjid sudah mendapat izin Gubernur No 1021/2020.

"Izin Gubernur sendiri tidak otomatis berlaku, masih ada belasan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa dengan Pemrov DKI Jakarta yang diwakili Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah pada tanggal 26 Oktober 2020. Di dalam SK Gubernur No 1021 /2020 maupun Perjanjian Sewa Menyewa (pasal satu) jelas-jelas menyatakan bahwa Pemprov DKI menyetujui pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa tanah seluas 1.078 m2 di Blok C1 Taman Villa Meruya kepada Panitia Pembangunan Mesjid At Tabayyun untuk pembangunan masjid di lahan Blok C1, Taman Villa Meruya," kata Mahar Sakti.

Selanjutnya
Halaman
1 2