Terima Rombongan PUPR, Walkot Semarang Tekankan Sinergi Daerah-Pusat

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 20:45 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan sinergitas pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi salah satu kunci dalam melakukan akselerasi pembangunan, khususnya terkait infrastruktur. Hal tersebut ia tekankan saat menerima kunjungan Diklat PIM Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Balaikota Semarang.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini turut memberi apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah berperan dalam pembangunan wilayah Kota Semarang. Ia menyebutkan Kementerian khususnya telah berperan dalam upaya penanganan banjir di wilayah timur Kota Semarang.

Adapun upaya yang ia maksud antara lain melakukan revitalisasi banjir kanal timur, pemberian pompa di Sungai Tenggang berkapasitas 12 ribu liter per detik, dan pompa di sungai beringin berkapasitas 10 ribu liter per detik.

Selain itu, Hendi juga membahas soal peningkatan pariwisata dengan membuat konsep water front city. Ia menambahkan Kali Semarang yang semula kerap disebut sebagai jamban terpanjang di dunia yang kumuh nantinya dapat bertransformasi mendukung estetika kota.

"Kalau infrastruktur bagus, sungai berfungsi dengan baik, maka arus transportasi menjadi lebih cepat sehingga terjadi peningkatan ekonomi dan sosial budaya," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Hendi pun menegaskan akselerasi pembangunan di Kota Semarang merupakan kerja keras semua pihak.

"Saya menekankan kepada para pejabat di Pemerintah Kota Semarang bahwa tidak boleh ada di zona nyaman dan bekerja rutinitas berangkat kerja jam 7 pulang jam 3. Lakukan inovasi perbaikan infrastruktur," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan jika jalan di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir telah ia dorong untuk menggunakan material lain selain aspal. Hal ini dilakukannya agar kondisi jalan yang prima dapat bertahan lebih lama.

"Arahnya bukan hanya persoalan perbaikan jalan rusak saja, tapi juga peningkatan kualitas jalan juga harus diperhatikan," tandasnya.

Tak hanya itu, Hendi juga menceritakan telah melakukan pembahasan rutin melalui rembug kelurahan dan Musrenbang di berbagai level. Ia menambahkan pihaknya juga membuka kanal komunikasi yang disebut Lapor Hendi bagi masyarakat. Hendi mengaku pihaknya menyadari bahwa kebutuhan masyarakat terkait peran pemerintah semakin meningkat.

"Jika dulu sebelum pandemi, kita melakukan komunikasi secara konvensional seperti jalan sehat, kerja bakti, salat Jumat. Begitu turun ke bawah kita jadi tahu bagaimana kondisi jalan, saluran, dan infrastruktur mana yang butuh perbaikan. Dengan begitu masyarakat mulai percaya dan muncul kebanggaannya terhadap Kota Semarang. Dalam hal ini masyarakat menjadi mitra strategis pemerintah," terang Hendi.

Selain itu, Hendi mengungkap di lingkup internal pihaknya juga memiliki forum bulanan bernama Rakor Tepra (Tim Evaluasi Percepatan Realisasi Anggaran) yang digelar khusus untuk membahas aduan masyarakat. Diketahui, forum tersebut dihadiri oleh dinas dan camat yang dimonitor sejauh mana tindak lanjut dari dinas.

"Di sini kita melihat seberapa besar kepedulian dari kawan-kawan OPD terhadap komunikasi masyarakat karena kami percaya bahwa masyarakat bagian terpenting dari percepatan pembangunan," kata Hendi.

Sementara itu, pimpinan rombongan diklat dari Kementerian PUPR, Dharma Nursani menanggapi pemaparan Wali Kota Semarang dengan antusias. Ia mengatakan semakin tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai strategi peningkatan infrastruktur yang dilakukan orang nomor satu di Kota Semarang tersebut.

"Tema visitasi di Kota Semarang kali ini adalah Penerapan Good Governance Dalam Percepatan Infrastruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktualisasikan kepemimpinan strategis. Kami akan belajar melalui best practice lewat visitasi di Kota Semarang kali ini," tuturnya.

Nursani melanjutkan upaya ini dapat pula dijadikan sebagai sarana promosi Kota Semarang karena peserta diklat akan menyebarkannya melalui media sosial.

(akn/ega)