HRS Tuding Jaksa Arahkan Saksi Sebut Dirinya Bohong Terkait Tes COVID

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 17:58 WIB
Sidang Habib Rizieq
Tampilan layar di PN Jaktim menampilkan sidang Habib Rizieq. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) menuding jaksa penuntut umum hendak mengarahkan saksi bahwa dia telah melakukan kebohongan. Habib Rizieq merasa dia akan dituding telah diberi tahu dokter bahwa dirinya telah terkonfirmasi COVID-19 dan kemudian berbohong.

Awalnya, jaksa memutarkan bukti video Habib Rizieq sedang makan bersama keluarganya di ruang 502 RS Ummi tempat dia dirawat. Jaksa kemudian mencecar saksi dokter spesialis penyakit dalam RS Ummi, dr Nerina Mayakartifa, dan dokter spesialis patologi klinik RSCM, dr Nuri Dyah, terkait boleh-tidaknya makan bersama walau sudah terindikasi reaktif COVID-19 dari tes rapid antigen.

"Apakah secara keilmuan, apakah pasien walau dinyatakan reaktif dibenarkan makan bersama walau hasilnya baru reaktif?" tanya jaksa.

"Menurut pendapat saya tidak," ujar dr Nurina.

Dokter Nurina berpendapat seseorang yang baru dinyatakan reaktif COVID-19 tidak dibenarkan makan bersama seperti yang dilakukan Habib Rizieq dalam bukti video yang ditampilkan jaksa. Namun, dr Nuri punya pendapat berbeda.

"Memang rapid antigen pada bulan November belum ada aturan pemerintah yang mengatakan kalau rapid antigen harus seperti apa alurnya, yang ada baru yang ada hasil swab PCR. Rapid antigen itu baru keluar KMK menteri baru bulan Maret 2021," jelasnya dr Nuri.

Dokter Nuri berpendapat seseorang yang terkonfirmasi reaktif dari rapid antigen harus dilanjutkan tes swab PCR untuk memastikan kebenaran reaktif tersebut.

"Pemeriksaan rapid antigen positif belum tentu positif, bisa saja false positive, dan dia harus dilanjutkan swab PCR. Jadi saya tidak bisa menjawab apakah boleh (makan bersama)," paparnya.

Terkait bukti video yang ditayangkan jaksa, Habib Rizieq menuding pertanyaan jaksa hendak mengarahkan saksi. Jaksa, sebutnya, hendak mengarahkan bahwa dirinya telah berbohong soal hasil tes COVID-19.

"Film yang ditunjukkan jaksa tadi ingin menggiring para saksi kalau saya berbohong, bahwa saya sudah tahu (terkena) COVID dikasih tahu dokter, kemudian saya berbohong," ungkapnya.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan dr Andi Tatat. Habib Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi.

Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran di masyarakat. Atas perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut ini pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi.

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(run/dhn)