Kisah Sukses 'Kartini' Penjual Mukena Bisa Ekspor hingga Malaysia

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 17:57 WIB
BRI
Foto: dok. BRI
Jakarta -

Rima Melati (31) tak pernah menyangka usaha mukena bordir miliknya dapat menembus pasar luar negeri. Bermula dari iseng, usaha yang dirintisnya sejak 2013 kini berbuah manis. Perjuangan Rima merintis usaha, memasarkan produk ke kancah global, hingga memberdayakan warga sekitar menjadi bukti ketangguhan jiwa Kartini masa kini.

Wanita asal Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat ini bercerita untuk memulai usaha mukena bordir awalnya tak mudah. Pasalnya, Rima harus mengorbankan banyak hal mulai dari waktu dengan keluarga hingga jatuh bangun memasarkan brand mukena bordirnya. Apalagi, saat ada pandemi COVID-19 mulai melanda dunia, termasuk Indonesia.

"Banyak suka dukanya. Jatuh bangunnya mencari langganan itu luar biasa," ujar Rima dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Bermodal hanya Rp 10 juta, Rima yang dulu masih tinggal di sentra orang yang membuat bordiran memberanikan diri memulai bisnis. Rima bersyukur ikhtiarnya ini mendapatkan dukungan dari sang suami. Namun, Rima tetap harus berusaha sendiri karena suami juga memiliki pekerjaan lain.

Dalam mengembangkan usahanya, Rima pun mencari tambahan modal Rp 75 juta dari BRI. Adapun tambahan modal ini menjadi pemicu omzet (keuntungan kotor) dagangannya menembus hingga Rp 150 juta per bulan. Kerja kerasnya pun berbuah manis, mengingat mukena bordir buatannya kini telah diekspor ke Malaysia dan Singapura.

"Sangat terbantu karena kalau tidak ada suntikan dana dari BRI kita tidak akan sampai sekarang. Alhamdulillah bisa berkembang, bisa kredit mobil sampai selesai," ungkapnya.

Melihat bisnis mukena bordirnya mulai berkembang, Rima akhirnya memberanikan diri untuk memperluas usahanya. Ia pun mendapat dukungan kredit sebesar Rp 275 dari BRI untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

Rima menuturkan di balik usaha mukena bordirnya yang saat ini sukses, terselip pengalaman suka duka saat meniti usaha. Pasalnya, ada masa Rima terpaksa harus meninggalkan sang buah hati ke Malaysia untuk mengantarkan pesanan mukena.

"Awal-awal saya harus meninggalkan anak ke Malaysia untuk mengantarkan pesanan mukena, waktu bersama anak dikorbankan untuk mengantar barang setiap bulan," katanya.

BRIBRI Foto: dok. BRI

Di tengah pandemi saat ini, Rima pun perlu berjuang menyelamatkan usaha yang telah dirintisnya delapan tahun silam. Pasalnya, usahanya sempat terganggu lantaran permintaan anjlok. Namun demi keberlanjutan usahanya, Rima tak patah semangat. Ia pun mengurangi produksi mukena bordir dan mulai menggenjot penjualan via daring (online).

Setelah pandemi mulai terkendali dan daya beli masyarakat mulai meningkat, omzet yang diraih Rima berangsur membaik. Kini ia dapat mengantongi omzet Rp 150-200 juta per bulan. Adapun mukena bordir yang dijual Rima dibanderol mulai Rp 210 ribu hingga Rp 2,5 juta per buah untuk yang paling mahal.

"Sebelum pandemi itu Rp 150 juta, kalau untuk saat ini alhamdulillah sudah mulai stabil dibanding sebelum pandemi. Sekarang omzetnya kisaran Rp150-200 juta sebulan. Jadi lebih baik lagi alhamdulilah selama 2 bulan ini," katanya.

Saat ini, produk mukena bordir besutan Rima sudah terkenal hingga Malaysia dan Singapura. Bahkan, di Indonesia penjualan mukena bordirnya telah melintasi berbagai daerah hingga luar Pulau Sumatera. Setiap minggunya Rima mampu menjual 4-5 kodi mukena bordir.

Selain memiliki ketangguhan dan ketekunan, Rima juga merupakan sosok yang peduli sosial dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk tenaga kerja. Adapun jumlah pekerjanya kini telah mencapai 41 orang, mulai dari penjahit, pembordir, dan bagian packing.

Ke depan, Rima berharap usahanya semakin maju dan BRI bisa semakin membimbing para UMKM sepertinya agar bisa naik kelas. Ia juga berharap dapat diikutsertakan dalam suatu pameran yang diadakan BRI kelak.

"Jangan patah arang dan semoga pandemi pun cepat berlalu dan kita semakin maju," pungkasnya.

(prf/ega)