Bima Arya Dipanggil Jokowi Bahas Reshuffle atau Pilgub DKI?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 16:36 WIB
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya menyoroti implementasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang dinilai banyak memiliki persoalan di lapangan.
Bima Arya (Foto: Pemkot Bogor)
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya beberapa pekan lalu bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor. Pertemuan keduanya disebut tak hanya membahas Kota Bogor.

Informasi yang diterima, alih-alih membahas reshuffle, Jokowi dan Bima berbincang soal Pilgub DKI 2024. Seorang elite PAN berbisik Jokowi ingin memasangkan Risma dengan Bima sebagai calon DKI-1 dan DKI-2.

Namun informasi soal pembicaraan itu masih ditutup rapat-rapat oleh Bima Arya. Saat ditanya tentang isi pertemuan, Bima Arya mengaku ditanyai soal penanganan Corona di Bogor. Selain itu, Bima menuturkan ditanyai soal rencana pembangunan trem di Bogor.

"Presiden menanyakan langkah-langkah penanganan COVID-19 di Kota Bogor yang dianggap baik, saya jelaskan semua. Saya juga laporkan rencana pembangunan tren di Kota Bogor, Presiden berikan beberapa masukan. Itu saja. Nggak ada bicara hal lain," ujar Bima.

Pakar politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai informasi tersebut masuk akal. Ujang menilai Jokowi ingin sosok yang selaras dengan kinerjanya.

"Mungkin-mungkin saja Jokowi dan Bima bahas Pilkada DKI Jakarta. Karena bagaimanapun Presiden ingin Gubernur DKI Jakarta itu orang yang selaras dengan program-program kerja atau juga ingin orang yang didukungnya," kata Ujang kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Selain itu, Ujang menilai cukup menarik Jokowi sudah memikirkan Pilgub DKI Jakarta meski terbilang masih lama. Termasuk, munculnya isu nama Bima Arya.

"Jika yang ditanyakan soal Pilgub DKI Jakarta, maka ini akan menarik. Pilkada masih jauh di tahun 2024, namun Jokowi sudah pikirkan dan bahas siapa pasangan-pasangan itu. Termasuk mengeluarkan nama Risma (Mensos Tri Rismaharini) dan Bima," ujar Ujang.

Namun, Ujang mengingatkan masih ada tokoh lain yang berpeluang besar di Pilgub DKI Jakarta. Nama itu adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

"Namun persoalannya di mana Gibran. Karena kita tahu, bayak politisi yang dukung Gibran untuk maju di Pilgub DKI Jakarta nanti," ucap Ujang.

"Ujungnya mungkin nanti yang didorong Gibran," imbuhnya.

Simak video 'Mensesneg-Seskab Pastikan Hari Ini Tak Ada Reshuffle!':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)