Merasa Jadi Beban, Alasan HRS Tinggalkan RS Ummi Sebelum Hasil PCR Keluar

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 16:18 WIB
Habib Rizieq Santap Nasi Mandi dan Jus Kurma
Habib Rizieq setiba dari Arab Saudi. (Dok: detikcom/twitter Tommy Soeharto)

Habib Rizieq 3 Kali Tes Antigen Usai Positif Corona

Habib Rizieq Shihab tetap menjalani tes swab antigen, meski telah dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan tes PCR. Rizieq menjalani tes swab antigen karena merasa kondisinya membaik setelah hasil tes PCR-nya keluar.

"Ingat di awal Desember saya sudah tidak di RS Ummi lagi. Pak dokter dan kawan-kawan dari MER-C itu ambil lagi tes swab antigen saya dan istri di Petamburan. Saya minta dites dan hasilnya nonreaktif. Itu setelah PCR, karena setelah dari RS kondisi saya terus membaik," jelasnya.

Tes swab antigen kedua dilakukan Rizieq saat berada di Ponpes Argokultural Markaz Syariah di Megamendung, sehari sebelum menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Hasilnya nonreaktif.

"Saya minta tim MER-C datang ke Markaz Syariah Megamendung tanggal 9, dan 10 saya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Di malam itu saya melakukan tes swab antigen lagi kan. Hasilnya nonreaktif," ungkap Habib Rizieq.

Tes swab antigen ketiga dilakukan di Polda Metro Jaya usai menyerahkan diri. Rizieq menyebut ingin membuktikan bahwa kondisi kesehatannya baik.

"Artinya kondisi saya membaik ya sampai dites antigen 3 kali," ujarnya.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan dr Andi Tatat. Habib Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi.

Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran di masyarakat. Atas perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi Bogor:

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman

(run/zak)