SBY Cabut Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi!

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:48 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
Foto: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
Jakarta -

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut pendaftaran merek PD atas nama pribadinya. Belum diketahui alasan pencabutan merek tersebut.

Sebagaimana dikutip dari https://pdki-indonesia.dgip.go.id/ Kemenkum HAM, Rabu (21/4/2021), status pendaftaran merek itu tertulis 'DITARIK KEMBALI'. Sebelumnya tertulis permohonan merek PD oleh SBY mengantongi nomor JID2021019259.

Dalam pendaftaran itu, SBY meminta PD dijadikan merek atas nama pemilik SBY untuk kelas 45, yaitu organisasi pertemuan politik. Tidak dijelaskan dalam website Kemenkum itu alasan pencabutan pendaftaran merek oleh SBY itu,

Sebelumnya Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Haris menyebut ada kemungkinan pihaknya menolak pendaftaran merek Partai Demokrat atas nama SBY. Freddy menyebut merek partai tidak bisa didaftarkan atas nama pribadi

"Iya, Pak SBY mendaftarkan atas nama pribadi, sebenarnya Demokrat sudah mendaftar atas nama partai, itu sama persis gitu, jadi kemungkinan ditolaknya adalah," kata Freddy saat dihubungi, Minggu (11/4/2021).

Freddy menyebut, sejauh ini, proses baru memasuki tahap pengumuman pendaftaran merek Demokrat untuk menunggu terkait ada-tidaknya komplain terkait merek tersebut.

"Iya, kan diumumkan dulu, ini kan belum diperiksa baru diumumkan saja, ada yang keberatan nggak gitu kan, kan UU merek kan kalau dulu diperiksa dulu sesudah itu diumumkan, (kalau) UU merek yang baru diumumkan dulu baru diperiksa," ucap Freddy.

Sementara itu, juru bicara PD kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, menyebut pihaknya mendapat surat terbuka dari pendiri Partai Demokrat terkait upaya SBY memiliki Partai Demokrat.

"SBY secara diam-diam sedang berusaha dengan berbagai cara memiliki Partai Demokrat atas nama pribadinya. Ini memperkuat dugaan kami bahwa SBY secara diam diam ingin merampas kepemilikan Partai Demokrat menjadi properti milik pribadinya," kata Rahmad.

Simak juga 'AHY Bicara Nasib Kader yang Terpapar Moeldoko dan KLB':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/fjp)