Sedih, Perkawinan Anak Paling Sering Dipicu Faktor Ekonomi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 12:53 WIB
Groom wears the ring on the finger of the bride
Ilustrasi / Foto: iStock
Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan pihaknya masih gencar dalam melakukan pencegahan perkawinan anak. Pasalnya, pada masa pandemi COVID-19 ini, perkawinan anak masih sering terjadi khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau bicara perkawinan anak apalagi di masa pandemi ini betul-betul memperparah ya dari pada perkawinan anak. Nah ini sekarang lebih gencar kita lakukan di KemenPPPA, salah satu praktik-praktik baik yang ada di daerah lain itu yang kita lihat salah satu contoh yang kemarin di NTB ya," kata Bintang, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, perkawinan anak itu terjadi karena faktor ekonomi. Dengan itu, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait dan akan membuat program yang terintegritas untuk mencegah.

"Faktor ekonomi, paling sering. Makanya kita bilang dan saya juga mengajak teman-teman, tidak hanya Kementerian PPPA, kami bekerja sama dengan lintas kementerian, lembaga, kita selesaikan hulunya. Ini perlu ada program yang terintegrasi yang kita lakukan untuk mencegah itu," ujar Bintang.

Bintang Puspayoga usai meneken MoU di KPKBintang Puspayoga usai meneken MoU di KPK Foto: Azhar Bagas/detikcom

Bintang mengatakan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal sanksi perkawinan anak sudah berlaku di NTB. Menurutnya, permasalahan ini perlu kerjasama dengan pihak-pihak daerah.

"Di NTB itu sudah ada Perda, Perda yang memberikan sanksi bagi aparat pemerintah sampai di tingkat terbawah yang memberikan rekomendasi kawin. Nah kalau kita bicara masalah pencegahan perkawinan anak, tentu dari jajaran pusat tidak bisa sendiri," kata Bintang.

"Bagaimana daerah melalui kebijakannya gubernur, bupati, wali kota, nah ini betul-betul memberikan perhatian khusus terhadap perkawinan anak ini. Nah inilah yang harus kita bergerak bersama-sama semua stakeholder yang ada," sambungnya.

Bintang juga sempat mengunjungi langsung NTB dan melihat pencegahan perkawinan anak di sana sudah patut diapresiasi. Karena peraturan itu tidak hanya berlaku di Perda, bahkan berlaku sampai tingkat terbawah.

"Salah satu praktik baik yang sangat saya apresiasi kemarin kebetulan kunjungan ke NTB itu adalah tidak sampai hanya Perda nya, kemudian ada Pergub sampai dengan awig awig di tingkat terbawah itu sudah dibuat dalam hal pencegahan perkawinan anak," katanya.

"Nah kalau masalah perkawinan anak ini memang masih PR kita bersama. Nah inilah yang kami imbau kepada pimpinan daerah, Bupati, Wali Kota, ayo kita memberikan perhatian yang khusus kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa kita," tambahnya.

Lihat Video: Tantangan Besar KPAI dalam Mencegah Pernikahan Anak

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)