Kebakaran 130 Rumah di Jakbar Diduga Dipicu Cekcok Suami Istri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 12:47 WIB
Warga korban kebakaran Tamansari, Jakarta, sambangi tempat tinggal mereka yang hangus terbakar. Mereka mencari barang berharga yang masih dapat diselamatkan
kebakaran Tamansari, Jakarta Barat. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kebakaran di Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, menyebabkan 130 rumah atau 263 keluarga terkena dampak kebakaran itu. Penyebab kebakaran diduga berawal dari cekcok pasangan suami istri.

"Sama di Jakarta Barat isunya itu, hasil yang kami dapat juga sama ada cekcok keluarga, macam-macam lah, viral juga. Jadi banyak kejadian kebakaran banyak penyebabnya, bisa human error, dan kelalaian kompor, orang tidur," kata Kepala Dinas Gulkarmat Satriadi Gunawan, kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Meski demikian, Satriadi mengatakan penyebab kebakaran yang terjadi tidak bisa disamaratakan. Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait potensi kebakaran akibat kompor gas.

"Jangan sampai ada sumbatan, terus listrik juga jangan menggunakan peralatan yang tidak sesuai dengan standar SNI, colokan dipakai sesuai dengan ketentuan, jangan timpa-timpa berapa colokan, itu kita lakukan. Beberapa case kejadian waktu di Matraman ada yang 10 orang meninggal itu, ada kelalaian karena biasalah kalau ngontrak ada parkir motor di depan pintu, karena kelalaian ada bensin ada yang ngerokok akhirnya terjadi," ujar Satriadi.

Dilansir dari Antara, salah seorang warga, Danang menceritakan api berasal dari salah satu rumah kontrakan. Ketika itu disebutkan pasangan suami istri tersebut sedang bertengkar.

"Api dari salah satu rumah kontrakan dipicu pertengkaran suami istri. Pasangan itu ribut, salah satunya membakar bantal, sehingga merembet ke barang-barang lain," kata salah seorang warga, Danang di Jakarta, Barat, seperti dikutip dari Antara.

Danang mengetahui persoalan keluarga menjadi penyebab kebakaran berasal dari postingan melalui media pertemanan WhatsApp. Rumah kontrakan yang berada di hunian padat itu membuat api cepat membesar dan menyambar ke segala arah, mulai dari listrik, tabung elpiji, sepeda motor bahkan ada yang meledak.

"Salah satu dari pasangan itu merekam dan menyebarkan lewat WhatsApp," kata Danang.

"Saya sendiri meskipun harta benda ikut hangus, tetapi dokumen-dokumen penting masih bisa diselamatkan," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 130 rumah atau 263 keluarga terkena dampak kebakaran itu. Anies memastikan pihaknya akan menyiapkan tempat sementara bagi warga yang terdampak selama masa pemulihan pascakebakaran.

"Sejauh ini datanya terus berkembang, tapi sejauh ini ada 130 rumah 263 KK dan 822 jiwa yang terdampak," kata Anies.

Puslabfor Polri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Dalam proses olah TKP ini, Puslabfor mengambil sejumlah sampel untuk diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut.

"Yang kita periksa rumahnya, bahan-bahannya, barang-barangnya yang ada di TKP kemudian kita periksa tingkat kerusakannya kemudian nanti kita bawa ke laboratorium, yang jelas ini masih tahap pemeriksaan," ujar salah satu Tim Puslabfor Polri AKP Tatang saat ditemui di lokasi, Selasa (20/4).

Simak Video: Kebakaran di Kembangan Jakbar, Diduga dari Bakaran Serbuk Kayu

[Gambas:Video 20detik]



(idn/fjp)