Puisi-Puisi Kartini: Inspirasi dan Potret Perjuangan Wanita

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 12:25 WIB
makam ra kartini
Makam RA Kartini (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Jakarta -

Momen perayaan hari Kartini pada 21 April diwarnai dengan berbagai cara. Salah satunya dengan puisi Kartini yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi kaum wanita di seluruh Indonesia.

Diketahui Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat lahir di Jepara, 21 April 1879, sesuai dengan Hari Kartini yang ditetapkan pemerintah sejak tahun 1964 oleh Presiden Soekarno.

Ayah Kartini merupakan seorang Bupati Jepara kala itu, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, sementara ibunya, MA Ngasirah, adalah seorang anak kiai di Jepara,

Berikut Puisi Kartini yang bisa jadi sumber inspirasi:

1. Puisi Kartini : Raden Ajeng Kartini (Anisa Ayu)

Ibu Kartini
Engkau memang sangat berani
Berjuang untuk kaum putri
Agar sederajat dengan kaum lelaki

Ibu Kartini
Namamu selalu harus mewangi
Tak bisa pudar sama sekali
Walau engkau kini telah pergi

2. Puisi Kartini: Ibu Kartini (Fatkhan T.Haqque)

Ibu Kartini bunga bangsa
Harum mewangi sepanjang massa
Meski kini engkau tiada
Harum muliamu tetap terbawa
Tetap abadi hingga masa ini
Meski engkau tak hidup kembali
Serasa hati kau masih ada
Masih bicara masih berkata
Jasamu takkan kulupa

3. Puisi Kartini: Nostalgia (Aenullael Mukarromah)

Tentangmu sang pahlawan nasional, juga tentangku sang pejuang asa
Terlahir di Jepara, kemudian menghembuskan nafas di Rembang Kau sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi
Sedangkan aku masih merangkak mengejar mimpi untuk dapat mengabdi pada Negeri
Kau memperjuangkan wanita
Kau bekerja keras
Lalu apa yang terjadi saat ini?
Mari bernostalgia
Tentang sebuah perjalanan
Aku perempuan, namun aku tidaklah sehebat dan sekuat perjuanganmu
Aku perempuan, namun belum dapat mengabdi kepada Negeri Namun, embusan nyanyian motivasimu menjadi pembakar diri untuk tetap berjuang
Habis gelap terbitlah terang
Di manapun bumi dipijak di sanalah langit dijunjung
Perempuan haruslah tetap bekerja keras, kerja cerdas dan berjuang dengan usaha yang keras
Seperti perjuangan Ibu kita Kartini yang telah melewati badai dan coba.

4. Puisi Kartini: R.A Kartini (Ahmad Maulana)

Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan
Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu
Tak gentar melawan takdirmu
Untuk memajukan negara ini

Engkau adalah sosok srikandi
Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu
Tidak pernah merasa letih dalam
Memperjuangkan negara ini

Engkau adalah pahlawan dari kaummu
Cita-citamu amatlah mulia
Demi mewujudkan tunas bangsa
Kebanggaan agama serta negara

5. Puisi Kartini: Kasih Lembut Ibu Pertiwi (Alif Fia Wiraninda)

Kartini...
Siapa yang tak mengenalmu, wahai Kartini.
Wanita yang tangguh , wanita yang tak pernah merasa takut
Untuk melawan kejinya dunia ini.
Lembut kasihmu

Ramah tutur katamu
Membuat dunia ini menangis bersimbah darah atas kepergianmu.
Kau adalah wanita terhebat bagiku
Kau adalah ibu dari milyaran wanita di dunia ini
Kau mampu mempertaruhkan nyawamu demi negeri ini
Demi wanita Indonesia
Juga demi Bangsa Indonesia.
Terima kasih Kartini.

Tonton juga Video: Melihat Monumen Ari-ari RA Kartini di Jepara

[Gambas:Video 20detik]



(izt/izt)