Kemendikbud Tarik Kamus Sejarah yang Tak Muat KH Hasyim Asy'ari!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 11:02 WIB
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kucurkan bantuan pada komunitas seni guna meningkatkan kebudayaan tanah air.
Foto: Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid (dok. Ditjen Kebudayaan)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan tidak ada niat untuk menghilangkan peran pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari dalam kamus sejarah. Kemendikbud pun menarik kamus sejarah tersebut.

Mulanya Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan bahwa draf kamus sejarah tersebut disusun sejak tahun 2017. Artinya, penyusunan buku ini dilakukan sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Makarim.

"Draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I disusun tahun 2017. Ini jelas sebelum masa jabatan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim," kata Hilmar Farid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

Kendati demikian, penyusunan yang dimulai pada 2017 itu belum selesai. Sebab, saat itu anggaran sudah berakhir.

"Penyusunan dimulai tahun 2017 namun belum selesai karena begitu panjangnya perjalanan sejarah Indonesia sejak 1900. Karena pada saat itu tahun anggaran sudah berakhir, sebagai pertanggungjawaban kami tetap melaporkan draf naskah yang belum selesai tersebut dalam format pdf," terangnya.

Lebih lanjut, Hilmar ingin meminimalisir hal-hal kontroversi dengan menarik kamus tersebut. Pihaknya akan membentuk tim koreksi.

"Untuk memastikan isu ini tidak berlarut, saya sudah instruksikan untuk menurunkan semua buku yang terkait sejarah modern sampai ada penyempurnaan yang lebih cermat. Tim pengkoreksi akan dibentuk dengan melibatkan organisasi yang turut membangun negara ini, termasuk dengan Nahdlatul Ulama (NU)," ungkapnya.

Hilmar menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk memnghapus bagian sejarah yang sangat penting. Apalagi, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh pendiri NU yang signifikan.

"Tidak ada niatan untuk menghapus bagian sejarah yang sangat penting. Di dalam draf buku kamus tersebut, sudah dimuat informasi tentang pendirian Nahdlatul Ulama dan disebutkan juga signifikansi KH. Hasyim Asy'ari pada beberapa halaman," ujarnya.

Lihat juga Video "Nadiem Kaget: Kami Tak Akan Pernah Hilangkan Pelajaran Agama!":

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/fjp)