Polisi Sarankan Angkutan Umum Ditambah Jika Ganjil-Genap Berlaku Lagi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 10:55 WIB
Antrean panjang kendaraan terlihat di Jalan Kapten Tendean, Jakarta. Kemacetan diketahui terjadi imbas menyempitnya jalan akibat proyek galian.
Foto: Ilustrasi kemacetan di Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan akan mengkaji pemberlakuan kembali ganjil-genap karena kondisi lalu lintas yang kia macet. Sementara polisi menyarankan agar kapasitas angkutan umum ditambah jika ganjil-genap akan diberlakukan kembali.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menilai dengan adanya penambahan kapasitas angkutan umum dapat mengalihkan moda transportasi masyarakat yang tadinya menggunakan mobil pribadi.

"Pemberlakuan gage (ganjil-genap) tentu harus dengan pertimbangan penambahan kapasitas angkutan pubik. Karena kalau diberlakukan akan ada perpindahan moda dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sementara kapasitas angkutan umum masih dibatasi lima puluh persen," ujar Sambodo dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Soal kemacetan di Jakarta sendiri, menurut Sambodo hal itu terjadi karena adanya pergerakan kendaraan pada waktu yang bersamaan. Terutama di bulan Ramadan ini, aktivitas masyarakat terjadi berbarengan, contohnya saat menjelang buka puasa.

"Pada saat bulan puasa orang pengen buka puasa di rumah. Jadi rata-rata mulai jam 16.00 WIB sudah mulai padat," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengakui kepadatan lalu lintas di Ibu Kota meningkat. Namun, menurutnya, kemacetan itu masih dalam tahap wajar.

"Memang ada peningkatan intensitas kepadatan lalu lintas tapi masih dalam taraf yang wajar, terkendali, aman," ujar Riza, kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Riza mengatakan, jika kebijakan ganjil-genap diterapkan lagi, akan segera diumumkan. Namun sampai saat ini pemberlakuan kembali ganjil-genap masih dalam kajian.

"Nanti kita akan sampaikan kalau nanti ada diberlakukan ganjil-genap," kata Riza.

Tonton juga Video: Bogor Cabut Kebijakan Ganjil Genap Walau Efektif Tekan Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)