MA Tolak PK Terpidana Korupsi Rp 612 Miliar Dana Pensiun Pertamina

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 09:19 WIB
Gedung Mahkamah Agung
Gedung MA (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana Muhammad Helmi Kamal Lubis. Helmi tetap dihukum 8 tahun penjara di kasus korupsi Dana Pensiun Pertamina.

Kasus bermula saat Helmi sebagai Presdir Dana Pensiun Pertamina dan berkenalan dengan Edward Soeryadjaja pada 2014. Kala itu, Edward adalah pemegang saham mayoritas PT Sugih Energi Tbk (SUGI).

Dari perkenalan itu, mereka main mata. Helmi menggocek uang dari kas yayasan ke SUGI dengan cara membeli saham. Kocek yang digelontorkan tidak tanggung-tanggung, ratusan miliar rupiah.

Belakangan, patgulipat itu tercium kejaksaan. Helmi dan Edward pun didudukkan di kursi pesakitan. Setelah melalui proses panjang, Helmi akhirnya diadili hingga tingkat kasasi.

MA menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta. Apabila tidak dibayar, diganti kurungan selama 6 bulan.

Majelis kasasi yang terdiri atas Suhadi, Prof Krisna Harahap, dan Prof Abdul Latief juga menjatuhkan hukuman uang pengganti sebesar Rp 46 miliar. Jika uang tersebut tidak dibayar 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap, hartanya dilelang. Jika terpidana tidak mempunyai harta yang cukup, ia dipidana dengan penjara selama 3 tahun.

Akibat hal itu, Helmi mengajukan PK. Apa kata MA?

"Tolak," demikian bunyi amar singkat PK yang dilansir website MA, Rabu (21/4/2021).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Sofyan Sitomul dan M Askin. Putusan bernomor 38 PK/Pid.Sus/2021 itu diketok pada 15 April 2021 dengan panitera pengganti Istiqomah Berawi.

Bagaimana dengan Edward Soeryadjaja? Putra pendiri ASTRA William Soeryadjaya itu dihukum 15 tahun penjara di kasus itu.

Tonton juga Video: Firli Bahuri Ungkap KPK Telah Tangkap 1.552 Orang karena Korupsi

[Gambas:Video 20detik]

(asp/lir)