NasDem Minta Kadis Damkar DKI Dievaluasi Buntut Kebakaran di Keagungan Jakbar

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 06:39 WIB
Bendahara Fraksi NasDem DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter
Foto: Ahmad Lukman Jupiter (Dok. Pribadi)

Lebih lanjut, Jupiter menyoroti kinerja pemadam kebakaran yang dinilai kurang tepat dalam penanganan. Jupiter menyebut mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi tanpa membawa air.

"Justru ini harus dievaluasi dinas pemadam kebakaran ini, kepala dinas khususnya, yang saya heran bahkan di situ warga kecewa dan teriak-teriak, bayangkan saja mobil pemadam kebakaran itu tidak membawa air. Jadi mereka datang tidak membawa air, lantas mereka datang mau ngapain coba, buat macet-macetan aja. Seharusnya ada persiapan dari dinas pemadam kebakaran datang kemudian air yang sudah dibawa untuk melakukan pemadaman. Jadi sehingga bisa mempercepat pemadaman. Makanya pemadaman itu kan waktu jam setengah 9 malam itu sampai setengah 1 saya berada di lokasi belum padam, makanya banyak yang kebakar," kata dia.

Jupiter mengatakan anggaran untuk dinas pemadaman kebakaran setiap tahunnya terbilang besar. Dia meminta agar dinas terkait untuk memaksimalkan penggunaan anggaran itu.

"Sebetulnya setiap tahun anggaran yang kita habiskan untuk membeli semua perlengkapan dinas pemadam kebakaran itu banyak sekali. Tetapi dalam sisi kerja memangnya itu benar-benar harus dievaluasi. Saya berani menyampaikan ini karena saya berada di lokasi kebakaran. Dan mereka datang bawa mobil itu tapi nggak ada airnya," tutur dia.

Kepada Dinas Kesehatan, Jupiter meminta agar warga yang terdampak diberikan bantuan obat-obatan. Dia meminta agar bantuan itu dimaksimalkan.

"Obatnya sudah terbakar. Saya juga melihat harusnya dari Dinas Kesehatan kemudian melibatkan Puskesmas seakan kok ada pembiaran gitu loh, ke mana mereka. Dengan seribu warga yang duduk di pinggir jalan, mereka kehilangan tempat tinggal, mereka kesulitan mendapat obat-obatan, harusnya dari Dinas Kesehatan itu sementara ini mereka harus bikin tenda untuk kesehatan, dari dinas kesehatan harus turun," kata dia.

Seperti diketahui, ratusan kepada keluarga yang terkena dampak kebakaran di Keagungan membutuhkan bantuan. Mereka membutuhkan obat-obatan dan pakaian.

"Yang belum ada ini obat-obatan. Ini anak saya juga ada yang sakit. Ini obat-obatan belum ada. Kalau untuk makanan ya cukup," kata Wakil Ketua RT 05 RW 02 Sumadi saat berbincang di posko pengungsian RW 02, Keagungan, Senin (19/4/2021) malam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun sudah meninjau lokasi kebakaran di Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (19/4) sore. Anies menyebut 130 rumah atau 263 keluarga terkena dampak kebakaran itu.

"Saya bersama Sekda dan Walikota Jakarta Barat, Kepala BPBD, dan Kepala Dinsos DKI mendatangi lokasi kebakaran di RT 002/001, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat," kata Anies dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4).

Kedatangan Anies juga bertujuan meninjau langsung penyaluran bantuan kepada pengungsi, serta memastikan proses pembersihan berjalan baik. Anies memastikan pihaknya akan menyiapkan tempat sementara bagi warga yang terdampak selama masa pemulihan pascakebakaran.

"Kemudian langkah yang dilakukan pemerintah memastikan semua warga selamat. Kemudian warga yang membutuhkan tempat sementara disiapkan, begitu juga kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan pelayanan kesehatan, semuanya disiapkan oleh dinsos dan BPBD," ujarnya.

Halaman

(lir/idn)