BMKG: Danau Baru di Kupang Muncul Akibat Cuaca Ekstrem Saat Badai Seroja

Antara - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 21:05 WIB
Danau baru muncul di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, usai terjadi bencana alam badai siklon tropis seroja, Minggu (18/4/2021). (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)
Danau baru muncul di Kupang setelah terjadi badai Seroja pada awal bulan lalu. (Foto: FOTO ANTARA/Benny Jahang)
Kupang -

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT), Margiono, menjelaskan terjadinya pembentukan danau di Sikumana, Kota Kupang. Dia mengatakan danau tersebut terbentuk dampak terjadinya cuaca ekstrem saat terjadi Badai Seroja.

"Kondisi cuaca saat itu sangat ekstrem sehingga memicu munculnya sumber-sumber mata air dari batu-batuan pada punggung bukit di daerah ini," kata Marigiono di lokasi Danau Tankolo di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Selasa (20/4/2021), seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan curah hujan yang tinggi dapat memicu semakin banyaknya sumber mata air yang muncul.

"Air yang begitu banyak dalam tanah dan sudah jenuh maka berusaha mencari jalan untuk keluar dengan masuk ke celah-celah batu untuk bisa keluar," kata Margiono.

Margiono menuturkan potensi terjadi hujan masih bisa terjadi di Kota Kupang kendati tidak selebat seperti yang terjadi dua pekan lalu. Menurut dia, saat ini NTT sudah mulai memasuki musim pancaroba sebagai peralihan dari musim hujan ke musim kemarau kendati demikian potensi terjadinya hujan masih ada di daerah ini.

"Secara klimatologi daerah ini sudah mulai memasuki masa pancaroba, tetapi bisa terjadi hujan yang sifatnya lokal tidak secara sporadis seluruh Kota Kupang," katanya.

Perlu Ada Tanggul

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigadir Jenderal (TNI) Legowo Jatmiko mengatakan perlu segera dibangun tanggul di kawasan danau tersebut demi faktor keamanan.

"Pembangunan tanggul sangat penting sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi debit air dari sumber mata air yang bermunculan di sekitar danau ini sangat banyak," kata Brigjen Legowo kepada wartawan di lokasi.

Dia mendatangi kawasan itu untuk melihat secara langsung fenomena alam berupa Danau Tangkolo yang terbentuk saat terjadi badai siklon tropis Seroja melanda Provinsi NTT pada Minggu (4/4). NTT secara umum beriklim kering dan tanah dari kelas semi arid yang didominasi fraksi pasir dan batu sehingga sulit menahan air dalam waktu lama.

Selain membangun tanggul, menurutnya, perlu dibangunkan saluran air agar luapan air yang ada dalam danau itu tidak sampai mengenangi rumah warga di sekitar kawasan itu.

"Air yang ada ini harus dialirkan secara baik agar bermanfaat bagi masyarakat banyak di daerah ini," katanya.


Dia mengatakan limpahan air yang begitu besar di kawasan ini harus disyukuri karena ini merupakan fenomena alam dan menjadi berkat bagi warga di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini berupa air bersih yang banyak.

Ia mengatakan potensi air yang saat ini harus dimanfaatkan secara baik untuk masyarakat daerah ini. "Apakah nanti air ini menjadi kering kembali pada musim kemarau nanti tetapi air yang ada dalam danau ini harus dimanfaatkan dulu untuk kepentingan masyarakat daerah ini," katanya.

Saat ini ada lebih dari 20 mata air baru di sekitar kawasan Danau Tankolo yang muncul dari punggung bukit dan rumah-rumah warga sekitar lokasi itu.

(jbr/idn)