Pemkot Medan Sebut Kesawan City Walk Terapkan Prokes & Patuhi PPKM

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 20:24 WIB
Bobby Nasution saat mengecek kawasan Kesawan (Datuk Haris-detikcom)
Foto: Bobby Nasution saat mengecek kawasan Kesawan (Datuk Haris-detikcom)
Jakarta -

Sentra kuliner Kesawan City Walk Medan, Sumatera Utara menjadi perbincangan karena dianggap menimbulkan kerumunan massa pada Sabtu (17/4). Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Medan menegaskan operasional Kesawan City Walk telah menerapkan protokol kesehatan bagi pedagang dan pengunjung.

"Seluruh pedagang dan pengunjung senantiasa kita ingatkan untuk melaksanakan prokes dengan baik, terutama selalu menggunakan masker dan menjaga jarak," kata Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan sekaligus person in charge (PIC) KCW Benny Iskandar dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Benny menguraikan terdapat 10 wastafel yang dipasang di sejumlah titik untuk memudahkan pengunjung mencuci tangan sebelum makan maupun sesudah makan. Selain itu, lanjut Benny, petugas selalu memberi peringatan agar pengunjung dan pedagang bersiap 15 menit sebelum KCW tutup pukul 22.00 WIB.

Terkait kerumunan pada akhir pekan lalu, Benny menduga hal itu lantaran bertepatan malam Minggu pertama di bulan Ramadhan. Sehingga antusiasme pengunjung yang datang lebih banyak dari biasanya dan lebih lama meninggalkan lokasi KCW.

"Kalau mulai tadi malam (19/4) pedagang dan pengunjung pukul 22.00 WIB sudah membubarkan diri. Kita pun memberi kesempatan setengah jam kepada pedagang untuk mengemasi barang dagangannya. Setelah itu, lokasi KCW harus bersih kembali," tegas Benny.

Ia menyampaikan belum ada sanksi yang dijatuhkan terhadap pedagang maupun pengunjung karena tidak ditemukan pelanggaran secara masif. Namun, sebagai upaya memaksimalkan PPKM, Benny menyatakan ada beberapa perubahan dalam operasional KCW, seperti jarak antara stand pedagang ditambah dari 6 meter menjadi 10 meter.

"Tadi malam sudah kami sosialisasikan kepada pedagang untuk menjaga jarak. Insyaallah hari ini dilaksanakan sehingga jarak satu stand ke stand lainnya menjadi 10 meter. Dengan penambahan jarak ini, otomatis ruas jalan yang digunakan juga akan bertambah. Selama ini limpahan pedagang ke Jalan Masjid, Perdana dan Jalan Ahmad Yani," urai Benny.

Di samping itu, lanjut Benny, petugas Satgas COVID-19 dilengkapi thermogun disiagakan menjaga 10 pintu masuk KCW. Adapun 10 pintu masuk KCW di antaranya yakni simpang Palang Merah, Balai Kota, GwangZhou, Kumango, Ahmad Yani I, II, III dan IV.

Sementara itu, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution sebelumnya telah mengingatkan agar seluruh pedagang dan pengunjung KCW agar melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

"Saya minta protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di KCW, termasuk penerapan jam operasional harus sesuai dengan PPKM. Untuk itu, saya minta kepada OPD terkait agar mengawasi dengan ketat sehingga protokol kesehatan dan penerapan jam operasional dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," cetus Bobby saat launching KCW beberapa waktu lalu.

Sekretaris Satgas COVID-19 Sumatera Utara Arsyad Lubis menyampaikan pihaknya akan mengadakan rapat dengan kabupaten/kota di Sumut untuk membahas penerapan protokol kesehatan di setiap daerah.

"Besok kami akan ada rapat dan mengundang 8 kabupaten/kota pelaksana PPKM mikro, termasuk Kota Medan. Untuk melakukan pengamatan di lapangan, sejauh ini belum kita lakukan. Itu kan masih berkembang di media sosial. Makanya kita mengundang rapat dan minta dijelaskan apa yang kira-kira dilaksanakan di lapangan serta bagaimana penerapan protokol kesehatan," kata Arsyad.

(akn/ega)