Wabup Bener Meriah Buka Suara soal Surat Kaleng Tuding Terima Suap

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 16:36 WIB
Ilustrasi suap, ganti rugi
Foto Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Banda Aceh -

Surat kaleng yang menyebut Bupati Bener Meriah Sarkawi dan Wakil Bupati (Wabup) Dailami menerima suap terkait proyek dalam jumlah berbeda beredar. Dailami buka suara soal surat itu.

Dilihat detikcom, Selasa (20/4/2021), ada dua model surat yang beredar. Kedua surat tertanggal 19 April 2021 itu ditujukan ke KPK, Kapolda Aceh, Kejati Aceh, dan Kejagung RI. Pada pengirim surat, tertulis 'masyarakat Bener Meriah'.

Surat pertama hanya menyebut Bupati Sarkawi menerima fee dari kontraktor dan masyarakat yang menginginkan proyek. Dalam surat itu, Sarkawi dituding menerima uang Rp 4 miliar.

Uang itu disebutkan ditaruh dalam empat ransel dan diantar ke bank di Redelong. Surat itu juga menyebut sejumlah nama yang menjadi perantara penerima uang.

Surat kedua menyebut Wabup Dailami menerima fee sebesar Rp 3 miliar. Uang itu disebut sebagai kebutuhan pembayaran janji politik ke DPRK Bener Meriah. Pada bagian bawah surat dituliskan masyarakat di sana tidak percaya lagi pada aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Wabup Dailami kemudian buka suara. Dia mengatakan surat itu dibuat untuk memecah keharmonisan antara dirinya dan bupati. Dia menyebut ada orang yang tidak ingin mereka kompak.

"Orang mau memecah kemudian ini mungkin karena dia lihat orang ini sudah tidak ada ribut lagi, sudah suka sama kita, sudah mulai netral. Motifnya itu saja," kata Dailami.

Dia menyebut proses lelang proyek saat ini dilakukan secara terbuka dan dapat dilihat di laman LPSE. Selain itu, dia berbicara soal uang yang diantar ke bank.

"Di situ dibilang bahwa penyetoran uang ke bank pakai ransel, kan ada dong CCTV-nya kan bisa dilihat, bisa dicek kebenarannya betul nggak," sebutnya.

Dailami menyebut Pemkab Bener Meriah tidak akan membuat laporan ke polisi terkait surat kaleng tersebut. Dia menyebut kebenaran bakal terungkap.

"Kita nggak melaporkan. Kalau melapor habis energi ajalah. Tapi walaupun begitu, biarkan ajalah kebenaran yang akan menjawab semuanya nanti," sebutnya.

(agse/haf)