Pratu Lukius Membelot ke KKB, KSAD Soroti Tugas Komandan

Rahmat Fathan - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 15:29 WIB
Jakarta -

Prajurit TNI dari Yonif 410, Pratu Lukius Y Matuan, dikabarkan kabur dan bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. KSAD Jenderal Andika Perkasa mengatakan menyoroti tugas setiap komandan dari prajurit yang melakukan tindak pidana.

"Mereka yang melakukan tindak pidana yang harus mempertanggungjawabkan. Pada saat yang bersamaan kita juga selalu briefing ke para komandan satuan dan ini termasuk penilaian. Ini yang kami lakukan," ujar Andika di Mapomdam Jaya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

"Kita tidak hanya lihat individu yang pidana, tetapi gimana leadership atau kepemimpinan di atasnya," lanjut Andika.

Menurut Andika, seorang prajurit dilihat dari bagaimana sosok komandan di atasnya. Dia mengatakan insiden kaburnya Pratu Lukius juga memiliki konsekuensi terhadap rantai komando yang ada di atas prajurit tersebut.

"Kalau dia seorang prajurit satu gimana komandan peletonnya, gimana kompinya, apa yang udah dilakukan. Ini semua memiliki konsekuensi bukan hanya ke yang bersangkutan, tapi terhadap rantai komando di atasnya," ucap dia.

Kata Andika, komandan seharusnya bisa memastikan kondisi prajurit yang ada di bawahnya. Dia menyebut seorang komandan bertanggung jawab dan teliti terhadap prajuritnya.

"Kita akan serius sehingga mereka bisa lebih teliti lagi. Gimana memastikan anggota kondisinya baik-baik saja, sedang down, dan lain-lain," tutur dia.

Lebih lanjut, Andika Perkasa mengakui setiap tahun banyak prajurit TNI yang meninggalkan dinas. Kasus Pratu Lukius Y Matuan kabur dan bergabung dengan KKB di Papua bukan kasus pertama prajurit membelot dari TNI.

"Jadi, sebetulnya kasus ini bukan hanya terjadi kali ini, walau tidak sama persis tapi prajurit yang lari atau meninggalkan dinas dan tidak kembali lagi itu cukup sering. Jadi saya juga tidak ingin misal mengambil kesimpulan kasar bahwa ini ada hubungan dengan putra daerah sama sekali tidak. Saya terbuka, nggak bohong. Setiap tahun begitu banyak," jelas Andika.

Kasus prajurit membelot dari TNI ramai diperbincangkan setelah salah seorang oknum prajurit TNI, Pratu Lukius Y Matuan, bergabung ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pimpinan Sabinus Waker. Dia kini dicap pengkhianat.

Pratu Lukius tergabung bersama Raider 400 dan sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021. Namun kini dia sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk daftar anggota KKB di Intan Jaya.

"Memang benar saat ini Pratu Lukius, yang sebelumnya tergabung dalam Yonif Raider 400, bergabung dengan KKB," ujar Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo seperti dilansir Antara, Sabtu (17/4).

(knv/knv)