Bareskrim Sita Aset CEO EDCCash: 14 Mobil hingga Sejumlah Uang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 15:06 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan.
Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf, dan 5 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penipuan investasi uang kripto. Dari keenam tersangka, Bareskrim Polri menyita sejumlah aset dari keenam tersangka mulai dari kendaraan hingga sejumlah uang.

"Sudah dilakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah tersangka AY (Abdulrahman Yusuf) dengan mengamankan 14 kendaraan roda empat, uang tunai baik rupiah ataupun mata uang asing, serta barang mewah lainnya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (20/4/2021).

Penggeledahan juga dilakukan di rumah tersangka lain, yakni H di Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, polisi menyita empat mobil.

"Kemudian melakukan penggeledahan dan penyitaan rumah tersangka H di Sukabumi dengan mengamankan empat kendaraan roda empat," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Ramadhan, korban dari penipuan investasi oleh EDCCash terus bertambah. Para korban juga sudah diperiksa Bareskrim untuk dimintai keterangan.

"Para korban sudah dilakukan pemeriksaan dan para korban terus jumlahnya terus bertambah," tutup Ramadhan.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tersangka terkait kasus dugaan penipuan investasi EDCCash. Total ada 6 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk CEO EDCCAsh, Abdulrahman Yusuf.

"Sampai saat ini dalam kasus tersebut ada 6 tersangka yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (20/4).

Kasus ini mengemuka setelah rumah Abdulrahman Yusuf di Pondok Gede, Bekasi, didatangi puluhan member beberapa waktu lalu. Member mempertanyakan soal pencairan uang kripto EDCCash.

Salah seorang korban bernama Diana menjelaskan para member kesulitan mencairkan koin uang kripto. Di sisi lain, para member tidak mendapatkan pencairan yang sesuai dengan yang semestinya.

"Koin yang (seharusnya cair) sekian ratus juta, harusnya dari uang segitu, sekarang (cairnya) jadi beberapa receh. Kayak koin saya misalkan dari satu akun itu Rp 800 juta yang harus dijual atau yang saya dapatkan, kok sekarang cuma (cair) Rp 11 juta," ujar salah satu member EDCCash, Diana, saat dihubungi detikcom, Senin (12/4).

Sekadar diketahui, EDCCash atau E-Dinar Coin Cash diklaim merupakan sebuah platform untuk menambang aset digital. EDCCash, dalam penjelasannya, merupakan perusahaan aset uang kripto yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Simak video 'Saat Investasi Bodong EDCCash Dilaporkan ke Bareskrim':

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)