Kasus Aktif COVID-19 6,6%, Airlangga: Ada Perbaikan dari Bulan Lalu

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 12:14 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Screenshot
Jakarta -

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Mikro di sejumlah provinsi yang berlaku sejak 20 April hingga 3 Mei 2021. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perkembangan dan penanganan COVID-19 tahap kelima terus mengalami perbaikan.

Ketua KPCPEN tersebut menuturkan kasus aktif per 18 April adalah 6,6% dan terus mengalami penurunan dibandingkan dua bulan lalu (Februari 2021) yang mencatat kasus aktif tertinggi di bulan itu sebesar 16,10%.

"Kasus ini sudah masuk single digit dan merupakan perbaikan dibandingkan bulan yang lalu," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan Positivity Rate nasional harian per 17 April 2021 juga menurun hingga sebesar 11,21%. Angka tersebut turun dibanding per 9 Februari 2021 yang mencapai 29,42%.

Sementara tingkat Kesembuhan sudah mencapai 90,75% yang lebih baik dari data Global di kisaran 84,95%. Sementara untuk BOR (bed occupancy rate) hingga 18 April 2021 dengan rata-rata nasional hanya sekitar 34,93%.

"Bahkan tidak ada provinsi dengan di atas 60%," ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan, hal tersebut membuktikan pemerintah tidak khawatir jika rumah sakit atau tempat isolasi mengalami kekurangan. Sebab, BOR berada di angka yang baik.

"Ini berarti bahwa PPKM Mikro yang sudah diterapkan sejak Januari dan Februari lalu telah berhasil menekan laju penyebaran COVID-19, di mana rata-rata kasus aktif kini terus menurun," tambah Airlangga.

Lebih lanjut, jika pada Januari 2021 terdapat kasus aktif sebesar 15,43% dan Februari masih sekitar 13,57%, pada Maret terus menurun menjadi 9,52%. Terakhir di bulan April rata-rata mencapai April 7,23%.

Untuk jumlah kasus aktif mingguan juga terus menurun sejak pemberlakuan PPKM mikro. Misalnya pada Minggu kedua Februari 176.291 kasus/minggu, pada Minggu ketiga April menjadi 106.243 kasus/minggu.

Kondisi tersebut membuat pemerintah sangat optimistis mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 lewat kebijakan PPKM mikro ini. Selain itu, munculnya tingkat kesadaran masyarakat dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti 3M dan 3T, berjalan cukup baik.

"Dalam kebijakan PPKM mikro ini, maka pembatasan kegiatan masyarakat masih tetap sama dan tidak ada perubahan," ucap Airlangga.

Lewat kebijakan PPKM Mikro yang berhasil ini, pemerintah berharap masyarakat akan memiliki kepercayaan diri untuk kembali melakukan aktivitasnya, termasuk aktivitas perekonomian dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Airlangga juga mengatakan pemerintah sudah banyak memberikan insentif untuk UMKM dan masyarakat. Misalnya lewat kepastian pemberian THR kepada karyawan. Bahkan pemerintah sudah menjamin ASN, TNI, dan Polri akan menerima THR lebaran tahun ini pada H-10 atau paling lama pada H-7.

"Pemerintah lewat Kemnaker juga membentuk posko THR untuk mengawasi dan memonitor pemberian THR ini," ucap Airlangga.

Pemerintah juga memberikan stimulus ongkos kirim pada hari belanja online nasional (harbolnas) untuk produk dalam negeri yang diharapkan meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Khususnya untuk berbelanja ke sektor UMKM dalam negeri yang ujungnya akan menguatkan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana diketahui pemerintah memperpanjang PPKM Mikor mulai 20 April hingga 3 Mei 2021. Pemerintah juga menambah daftar provinsi yang menerapkan kebijakan ini menjadi 25 provinsi. Kelima provinsi tambahan itu adalah Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat.

Penambahan itu dilakukan berdasarkan parameter penambahan kasus positif, tingkat kesembuhan, bed occupancy rate dan tingkat kematian. Tingkat kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan juga dipertimbangkan.

Tonton juga Video: Menkes Budi: Lonjakan Kasus COVID-19 Bisa Terjadi Lagi, Tetap Waspada

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)