Andre Rosiade Ingatkan Gubernur Sumbar soal Kenaikan COVID-19

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 11:28 WIB
Andre Rosiade
Foto: Dok Gerindra
Jakarta -

Satgas COVID-19 Sumatera Barat (Sumbar) mencatat angka Positivity Rate (PR) di provinsi Sumatera Barat terus memburuk menjadi 21,5 persen pada Senin (19/4). Angka ini berada di bawah standar WHO yaitu maksimal 5 persen, dan menjadi yang terburuk sejak Maret 2020.

Akibat pertambahan kasus positif yang lebih tinggi dari kesembuhan tersebut berdampak pada melonjaknya tingkat keterisian Rumah Sakit (RS) untuk pasien COVID-19 sehingga dibutuhkan penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan dari Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat 1, Andre Rosiade. Andre meminta agar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serius dalam menangani rantai penyebaran COVID-19 di Sumbar.

"Kasus COVID di Sumatera Barat saat ini meningkat, saya minta pak gubernur serius untuk menghadapi COVID. Karena COVID sekarang per hari ini jauh lebih tinggi daripada tahun lalu," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri pertemuan dalam rangka silahturahmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Anggota DPR RI dan DPD RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat, di Hotel Balairung, Jakarta, Senin (19/4).

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Barat ini berharap pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Yang terutama itu bagaimana prokes itu berjalan dengan ketat, lalu ibadah sholat tarawih juga harus diatur bagaimana jamaah wajib pakai masker, kalau perlu dibuat satgas COVID-nya," tegas Andre.

Lebih lanjut Andre menjelaskan berdasarkan informasi yang ia dapat dari Kapolda Sumatera Barat beberapa minggu lalu, proses pelaksanaan vaksinasi di Sumatera Barat hanya sekitar 53 persen. Menurutnya angka tersebut sangat rendah untuk menangkal penyebaran COVID-19.

Padahal, lanjut Andre, Sumatera Barat memiliki tiga orang perwakilan yang duduk di Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan, yakni Darul Siska dari Fraksi Partai Golkar yang berasal dari daerah pemilihan Sumatera Barat 1.Lalu ada Suir Syam dari Fraksi Partai Gerindra yang berasal dari Sumatera Barat 1, serta Ade Rezki Pratama dari Fraksi Partai Gerindra yang berasal dari Sumatera Barat 2 yang bisa berjuang untuk menambah dosis vaksin COVID-19 bagi masyarakat.

"Jadi ini PR, dan harus jadi perhatian serius bagi Pemprov Sumbar. Dan jangan sampai kita mengalami gelombang tsunami COVID-19 di Sumbar. Ini yang malah justru mengakibatkan pak gubernur mengalami kesulitan. Lalu soal penyekatan, Pemprov harus serius terkait hal ini, masa pemprov tidak punya anggaran untuk melakukan penyekatan?," kata Andre.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan siap untuk menampung saran dan masukan terkait penanganan COVID-19.

"Semua masukan kita tampung," ujar Mahyeldi.

Langkah Pemprov Sumbar Tangani Kenaikan COVID-19

Dilansir dari Antara News, Satgas COVID-19 Sumatera Barat mencatat angka Positivity Rate (PR) atau perbandingan kasus yang diperiksa dengan hasil positif COVID-19 di provinsi tersebut turun memburuk menjadi 16 persen.

"Hari ini PR Sumbar memang 16 persen lebih. Yang mengkhawatirkan adalah penyebaran tersebut lebih dominan di daerah perkampungan bukan perkotaan," kata Juru Bicara COVID-19 Sumbar, Jasman.

Dia mengatakan akibat pertambahan kasus positif selalu lebih tinggi dari kesembuhan, tingkat keterisian Rumah Sakit (RS) untuk pasien COVID-19 melonjak hingga dibutuhkan penambahan tenaga kesehatan. Menurutnya peningkatan kasus itu mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam rapat evaluasi COVID-19 dengan Bupati dan Wali Kota se-Sumbar sehari sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi berpesan agar kabupaten dan kota bisa memperketat pelaksanaan Perda Sumbar No 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dengan melibatkan semua institusi informal yang ada di daerah masing-masing.

Mengefektifkan Nagari Tageh dan Kongsi COVID-19 dan kegiatan lain yang dianggap perlu, disamping meningkatkan tracking dan tracing serta memperbanyak tes PCR pada warga masing-masing daerah.

"Sekarang kita tunggu keseriusan Bupati dan Wali Kota dan semua stakeholder terkait dalam memutus mata rantai COVID-19 di daerahnya masing-masing," katanya

Lihat juga Video: Kasus Corona RI 18 April: Positif 4.585, Sembuh 4.873

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)