Kontroversi yang Dilakukan Nabi dan Sahabat (1)

Pembakaran Masjid Dhirar

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 05:16 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Membakar masjid sebagai rumah ibadah umat Islam kedengarannya sangat menyeramkan, akan tetapi kenyataan ini betul-betul pernah terjadi. Yang menarik ialah masjid yang pertama dibakar dalam sejarah dunia islam ternyata diinstruksikan oleh Nabi setelah mendapat petunjuk dari dua ayat Al-Qur'an. Kedua ayat itu adalah sebagai berikut:

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.

Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat di dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (Q.S. al-Taubah/9:107).

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, Juz 2, hala. 288-292 dikisahkan panjang lebar tentang latar belakang turunnya dua ayat tersebut di atas. Masjid Dhirar disebut sebagai masjid profokatif yang dikuasai oleh kaum munafik di bawah pimpinan seorang pendeta bernama Abu 'Amir al-Rahib.

Masjid ini pada mulanya diakui oleh baginda Nabi Muhammad Saw ketika bersama para prajuritnya menuju ke medan Perang Tabuk, tetapi sekembalinya dari Tabuk Nabi mendengarkan informasi yang negatif tentang asjid itu. Akhirnya Nabi membentuk dan mengutus tim invetigasi untuk mengecek kebenaran informasi itu.

Di antara anggota tim itu ialah Malik bin Dukhsyum, Ma'an bin Adi,' Amir bin As-Sakan dan Wahsyi. Setelah tim ini melaporkan kebenaran informasi tentang keberadaan masjid Dhirar betul-betul masjid yang berbahaya dan berpotensi memecah belah umat, maka Nabi menginstruksikan: Pergilah kalian ke masjid itu yang didirikan orang-orang dhalim kemudian hancurkan dan bakar". Peristiwaitu terjadi pada bulan Oktober 630 Masehi.

Pembakaran Masjid Dhirar dilatar belakangi adanya niat busuk tersembunyi di balik pembangunan masjid itu. Kelompok munafiq berharap Masjid Dhirar bisa melemahkan umat Islam dari dalam seraya mereka mempersiapkan rencana penyerangan ke komunitas nabi Muhammad Saw.

Dalam riwayat disebutkan Amir al-Rahib sempat mendekati Raja Heraklius untuk berkolaborasi melawan kekuatan nabi Muhammad Saw. Ia juga tercatat pernah berada di dalam barisan kaum musyrikin melawan Nabi Muhammad saw dan pasukannya di Perang, yang satu-satunya perang di mana Nabi dan pasukannya dikalahkan.

Pada mulanya Nabi sudah memiliki rencana untuk mengunjungi masjid itu karena informasi yang sampai kepadanya masjid itu dibangun utnuk orang-orang sakit, oarng-orang tua dan lemah tidak sanggup pergi ke Masid Quba, masjid yang dibina langsung oleh Nai Muhammad Saw. Sebelum Nabi berkunjung ke masjid itu Allah swt menurunkan wahyu sebagaimana dikemukakan di atas (Q.S. al-Taubah/9:107-108), yang mengingatkan bahwa masjid itu bukan masjid biasa tetapi masjid yang didirikan untuk memecah belah umat Islam.

Perintah Nabi untuk membakar Masjid Dhirar yang mendapatkan dukungan dari dua ayat dalam surah al-Taubah di atas, mengingatkan kita agar umat tidak boleh terkecoh dengan kehadiran simbol-simbol agama seperti masjid, karena ternyata tidak semua simbol-simbol suci itu dimaksudkan untuk tujuan-tujuan suci. Kita harus memelihara dan menjunjung tinggi simbol-simbol keagamaan Islam. Akan tetapi jika ternyata kehadiran simbol itu bukannya untuk memperkuat posisi dan keberadaan umat tetapi malah melemahkan maka keberadaa simbol dan atribut keagamaan itu perlu ditinjau keberadaannya.

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)-

Lihat juga Video: Penampakan Replika Menara Kudus di Masjid Peninggalan Kiai Udan Panas

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)