Yusuf Mansur Kini Sebut Bahlil Bisa Jadi Menteri Investasi, Witjaksono di UKM

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 20:38 WIB
Ustaz Yusuf Mansur
Ustaz Yusuf Mansur (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kabar yang berembus menyebutkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia merupakan salah satu kandidat menteri dalam reshuffle kabinet jilid 2. Ustaz Yusuf Mansur berspekulasi Bahlil ditunjuk sebagai Menteri Investasi. Sedangkan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Witjaksono menjadi Menteri Koperasi dan UKM.

"Bisa jadi Menteri Investasi, Mas Bahlil... Mas Witjaksono Menteri UKM... Bisa jadi....," tulis Yusuf Mansur melalui akun Instagram-nya, Senin (19/4/2021).

Yusuf Mansur merupakan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Dalam posting-an di Instagram sebelumnya, Yusuf Mansur berharap Witjaksono yang dilantik menjadi Menteri Investasi.

"Bismillaah... Mas Witjaksono... Menteri Investasi.... Aamiiin," tulisnya.

Terkait kabar Bahlil jadi salah seorang kandidat Menteri Investasi ditanggapi oleh anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun. Anggota DPR dari Fraksi Golkar itu menyebut status BKPM bisa saja ditingkatkan menjadi kementerian.

"Bisa jadi karena Bapak Presiden Jokowi melihat bahwa dengan selesainya UU Ciptaker untuk mendorong masuk investor asing lewat FDI maupun investasi dalam negeri, maka perlu BKPM dinaikkan statusnya sebagai kementerian, bukan lagi sebagai badan, walaupun selama ini BKPM sebagai badan setingkat menteri," sebut Misbakhun.

Perihal Witjaksono, yang bersangkutan memang beberapa kali dipanggil Presiden Jokowi. Pertemuan tersebut berlangsung empat mata.

Sayangnya, Witjaksono enggan memerinci waktu pertemuannya dengan Presiden Jokowi. Dia hanya menceritakan inti pembicaraan dalam pertemuan dengan Jokowi.

"Kita membahas soal ekonomi sih. Saya kan memang pengusaha dan tokoh NU. Jadi memposisikan mengenai NU bagaimana, terus kemudian ekonomi bagaimana, intinya begitu. Karena jalur saya memang pengusaha multinasional, jadi bicara soal investasi, bicara mengenai rencana perkembangan ekonomi di Indonesia," ujar Witjaksono saat dihubungi detikcom.

(zak/gbr)