Polda Metro Bongkar Ekstasi dari Jerman-Sabu di Riau Selama 2 Bulan

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 20:08 WIB
Polda Metro tangkap jaringan narkoba
Polda Metro menangkap jaringan narkoba. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap lima kasus menonjol terkait peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari lima kasus itu, polisi menangkap sejumlah tersangka WNI hingga WNA.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Metro Jaya menyita barang bukti sabu hingga ekstasi. Sedangkan modus operandinya ada yang disamarkan dengan kemasan teh hijau hingga disimpan di dalam dus.

1. Jaringan Sabu di Riau

Kasus pertama yang diungkap Polda Metro Jaya adalah penyelundupan sabu dalam kemasan teh China di Pekanbaru, Riau.

"Di TKP kita amankan 5,9 kg sabu-sabu saat kita lakukan penggeledahan. Barang itu dibungkus dalam bungkus teh hijau China warna hijau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Polisi menangkap satu orang pelaku inisial MZ bersama barang bukti 5,9 kg sabu. Sabu tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta.

Kepada polisi, pelaku MZ mengaku disuruh oleh dua orang pelaku utama untuk mengedarkan barang haram tersebut. Dua pelaku I dan A kini masih dalam tahap pengejaran polisi.


2. Pengedar Ekstasi WN Nigeria

Polda Metro Jaya menangkap WN Nigeria berinisial FUO yang menyelundupkan ekstasi ke Jakarta. FUO diamankan setelah mengirimkan ribuan pil ekstasi dari Jerman.

"Ini hasil kerja sama Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea-Cukai Pasar Baru. Kita berhasil mengamankan 5.385 butir ekstasi dengan dikirim via pos dari Jerman," kata Yusri.

Kasus ini bermula dari laporan pihak Bea-Cukai Pasar Baru mengenai adanya paket kiriman mencurigakan dari Jerman. Polisi pun segera menelusuri alamat penerima paket tersebut.

Yusri mengatakan, pada Senin (12/4) di sebuah kantor pos di daerah Pademangan, Jakarta Utara, polisi membuntuti seorang perempuan inisial V yang mengambil paket mencurigakan tersebut. Petugas pun kemudian mengamankan V untuk dimintai keterangan.

"Wanita tersebut, dia yang mengamankan barang haram tersebut di daerah Pademangan yang isinya adalah ekstasi. V ternyata disuruh oleh FUO," ungkap Yusri.

Atas perbuatannya, FUO dijerat dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 juncto Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Warga negara Nigeria ini terancam hukuman penjara 20 tahun atau maksimal hukuman mati.

Selanjutnya
Halaman
1 2