Profil LNG Aquarius, Kapal Sitaan Skandal ASABRI yang Alami Kebocoran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:41 WIB
Kapal LNG Aquarius milik tersangka dugaan korupsi Asabri, Presiden Trada Alam Minera Heru Hidayat yang disita Kejaksaan (Foto: dok. Istimewa)
Kapal LNG Aquarius sitaan kasus Asabri alami kebocoran pipa (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sekitar 20 kapal terkait skandal kasus PT ASABRI. Salah satu sitaan tersebut dikenal merupakan kapal tanker liquefied natural gas (LNG) Aquarius, yang disebut sebagai kapal terbesar di Indonesia.

Diketahui kapal sitaan itu mengalami insiden kebocoran pipa pada Jumat (16/4). Kapal tersebut sebenarnya masih diizinkan beroperasi meski berstatus sitaan.

Lalu bagaimana profil LNG Aquarius dan kabar kebocorannya? berikut ulasannya.

Profil LNG Aquarius

Melalui informasi yang dimuat laman marinetraffic, kapal LNG Aquarius adalah buatan 1977 dan dinyatakan sebagai kapal berbendera Indonesia. LNG Aquarius memiliki nomor Organisasi Maritim Internasional (IMO) 7390181.

Kapal LNG Aquarius memiliki panjang total 285,29 meter dan lebar 43,74 meter, serta mempunyai 95.084 tonase kotor (gross tonage/GT). Kapal sitaan ini dapat menampung 126.750 meter kubik gas dalam bentuk cair (liquefied gas).

Kapal LNG Aquarius saat ini berposisi di perairan Teluk Jakarta dengan status 'at anchor'. Ini artinya, kapal belum disandarkan di pelabuhan setelah disita Kejagung.

Lebih lanjut, melalui laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapal LNG Aquarius adalah kapal tanker yang mengangkut LNG pertama dari kilang PT Badak NGL Bontang ke Osaka, Jepang, pada 1 Agustus 1977.

Kapal tersebut terdaftar atas nama PT Hochem Shipping dan masih dioperasikan di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Alami Kebocoran Pipa

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan kapal LNG Aquarius mengalami insiden kebocoran pipa. Pihaknya berencana memanggil pihak Pertamina untuk membahas masalah ini.

"Betul (insiden kebocoran pipa) bahwa tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus telah menerima laporan dari Pertamina atas insiden yang terjadi dan direncanakan pihak Pertamina diundang untuk rapat di Pidsus," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Kebocoran pipa dikabarkan terjadi pada Jumat (16/4).

Sementara itu, Leonard juga menjelaskan alasan masih dioperasikannya kapal tanker sitaan kasus dugaan korupsi PT ASABRI. Diketahui kapal LNG Aquarius menyediakan pembangkit listrik ke Muara Karang untuk distribusi ke Pulau Jawa.

"Selain itu, kita ketahui kapal LNG Aquarius membawa kargo LNG dari Bontang untuk suplai pembangkit listrik PLN Muara Karang sehingga, bila suplai terhambat, akan berdampak ke suplai pembangkit Muara Karang guna distribusi listrik ke wilayah Jawa," jelasnya.

Kapal LNG Aquarius masih terikat kontrak dengan salah satu anak perusahaan PT Pertamina. Terlebih biaya pemeliharaan kapal cukup besar.

"Penitipan ke PT Pertamina dan kapal tetap operasi dengan pertimbangan antara lain menyangkut biaya pemeliharaan kapal yang cukup besar," katanya.

Dalam skandal korupsi ASABRI ini, Kejagung mengungkap total kerugian keuangan negara mencapai Rp 23,7 triliun. Kasus yang diusut berkaitan dengan dugaan korupsi penyimpangan investasi.

(izt/imk)