Tak Ingin RI Alami Tsunami COVID Seperti India, Menkes Minta Warga Waspada

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:01 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

India sedang dilanda gelombang kedua Corona (COVID-19) yang sangat mengerikan. Pemerintah Indonesia mengingatkan masyarakat tetap hati-hati dan tidak ingin bernasib seperti India.

"Tolong, kita jaga diri kita, kita tetap hati-hati, kita tetap disiplin menjalankan protokol 3M, tetap mematuhi aturan PPKM Mikro yang menurut kami sudah sangat baik. Kalau itu tetap dijalankan, Insya Allah di masa Ramadhan dan Idul Fitri, kita tidak usah mengalami seperti di India," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).

BGS, sapaan Menkes, menjelaskan dua faktor tsunami COVID-19 di India. Pertama adalah mutasi baru COVID-19 dan yang kedua masyarakat India mengabaikan protokol kesehatan setelah kasus COVID-19 menurun dan vaksinasi berjalan lancar.

"Penyebabnya ada dua, pertama mutasi baru, sudah masuk juga di Indonesia, walaupun di kita masih sangat sedikit. Yang kedua, yang terpenting adalah, karena mereka sudah vaksinasinya tinggi, jumlah konfirmasi kasusnya menurun, mereka lupa, mereka kurang waspada, mereka mengendurkan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak," kata BGS.

BGS mengatakan, kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sudah mulai terkendali. Indonesia juga tengah menjalani program vaksinasi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Kita Alhamdulillah, PPKM Mikro dan vaksinasi sudah bisa menurunkan laju penularan kasus konfirmasi, keterisian rumah sakit," kata BGS.

India kembali mencetak rekor kasus harian COVID-19 tertinggi, dengan mencatat lebih dari 273 ribu kasus dalam sehari. Rekor tertinggi itu tercetak saat sistem kesehatan India mulai runtuh akibat beban pasien Corona yang terlalu banyak.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (19/4/2021), otoritas kesehatan India melaporkan 273.810 kasus Corona dalam 24 jam terakhir. Lonjakan kasus ini mencatat rekor tertinggi untuk kasus harian Corona di negara tersebut, yang sebelumnya tercatat mencapai 261.500 kasus dalam sehari.

Total kasus Corona di India sejauh ini, menurut data John Hopkins University (JHU), mencapai 15.061.805 kasus -- total kasus Corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dengan 31,6 juta kasus.

Otoritas kesehatan India juga melaporkan tambahan 1.619 kematian akibat Corona dalam sehari, sehingga totalnya mencapai 178.769 kematian.

Pakar India menduga varian baru virus Corona menular lebih cepat saat kebanyakan warga di sana tak lagi mengkhawatirkan bahaya COVID-19. Bahkan, ratusan orang nekat menggelar pesta pernikahan besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.

Disusul mandi bersama para warga terkait ritual menghapus dosa. Di sisi lain, warga India juga tampak santai beraktivitas tanpa menggunakan masker dan kerap berkerumun di fasilitas umum seperti pasar.

Belum lagi soal demonstrasi politik dalam pemilihan yang sedang berlangsung di India, tepatnya di Tamil Nadu yang melibatkan ribuan orang. Pakar melihat, gelombang kedua Corona India yang tengah dihadapi justru lebih parah dari gelombang pertama COVID-19.

(dkp/mae)