Kapal LNG Aquarius Sitaan Skandal ASABRI Alami Kebocoran Pipa!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 16:09 WIB
Kapal LNG Aquarius milik tersangka dugaan korupsi Asabri, Presiden Trada Alam Minera Heru Hidayat yang disita Kejaksaan (Foto: dok. Istimewa)
Kapal LNG Aquarius milik tersangka dugaan korupsi ASABRI Presiden Trada Alam Minera Heru Hidayat yang disita Kejaksaan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapal LNG (liquefied natural gas) Aquarius, yang merupakan kapal sitaan kasus dugaan korupsi di PT ASABRI mengalami insiden kebocoran pipa. Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana memanggil pihak Pertamina untuk membahas masalah ini.

"Betul (insiden kebocoran pipa) bahwa tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus telah menerima laporan dari Pertamina atas insiden yang terjadi dan direncanakan pihak Pertamina diundang untuk rapat di Pidsus," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Peristiwa kebocoran itu disebut terjadi pada Jumat, 16 April 2021. Leonard membeberkan alasan mengapa pihaknya masih mengizinkan kapal tanker ini beroperasi saat berstatus sitaan. Hal itu karena kapal LNG Aquarius menyediakan pembangkit listrik ke Muara Karang untuk distribusi ke Pulau Jawa.

"Selain itu, kita ketahui kapal LNG Aquarius membawa kargo LNG dari Bontang untuk suplai pembangkit listrik PLN Muara Karang sehingga, bila suplai terhambat, akan berdampak ke suplai pembangkit Muara Karang guna distribusi listrik ke wilayah Jawa," jelasnya.

Lebih lanjut Leonard mengatakan penitipan kapal LNG Aquarius ke Pertamina karena menyangkut pembiayaan pemeliharaan kapal yang cukup besar.

"Penitipan ke PT Pertamina dan kapal tetap operasi dengan pertimbangan antara lain menyangkut biaya pemeliharaan kapal yang cukup besar," katanya.

Diketahui sebelumnya, Kejagung telah menyita kapal LNG Aquarius milik tersangka kasus ASABRI Heru Hidayat. Kapal LNG Aquarius itu terdaftar atas nama PT Hochem Shipping.

"Iya, PT Hochem Shipping, dia (Heru Hidayat) pemilik perusahaan," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

Pada Rabu (10/2), Febrie mengatakan kapal tanker sitaan ini masih beroperasi dan berada di perairan Kepulauan Seribu.

"Masih beroperasi, masih proses, ada di Kepulauan Seribu," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

Febrie menerangkan kapal tersebut masih terikat kontrak kerja sama dengan salah satu anak perusahaan PT Pertamina. Karena itu, pihaknya tidak ingin mengganggu roda perekonomian yang tengah berjalan.

"Karena ini juga kapal masih operasional, dia juga terikat kontrak, maka penyidik juga akan kerja sama kan dengan salah satu anak usaha Pertamina, untuk bisa sifatnya pengelolaan agar tidak terputus itu," kata Febrie.

"Sehingga kegiatan ekonomi tidak terganggu kita tidak inginkan itu," imbuhnya.

(whn/dhn)