Pasien Turun, Pemprov Sumut Tak Perpanjang Kontrak RS Khusus Corona

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 16:08 WIB
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah (dok. Istimewa)
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah (dok. Istimewa)
Medan -

Kontrak kerja sama antara Satgas COVID-19 Sumut dengan Rumah Sakit (RS) Martha Friska Medan sebagai RS rujukan utama pasien COVID-19 tidak diperpanjang. Satgas mengatakan hal itu dilakukan karena jumlah pasien yang menurun.

"Tidak diperpanjang, karena jumlah pasien juga menurun," kata jubir Satgas COVID-19 Sumut Aris Yudhariansyah saat dihubungi, Senin (19/4/2021).

Aris mengatakan kontrak ini akan berakhir pada 1 Juni 2021. Meski RS Martha Friska tidak aktif lagi, kata Aris, masih ada RS rujukan yang disiapkan Pemprov Sumut untuk pasien Corona.

"Semua pelayanan digeser ke RS Haji dan GL Tobing," ucap Aris.

Dia memastikan biaya perawatan pasien COVID-19 tetap ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Aris menyebut pembiayaan itu dilakukan meski pasien Corona dirawat di luar RS rujukan.

"Secara prinsip semua pasien COVID ditanggung negara," jelasnya.

Sebelumnya, RS Martha Friska telah menjadi RS rujukan utama penanganan pasien Corona di Sumut sejak Kamis (2/4/2020). RS yang berlokasi di Jalan Multatuli Medan ini memiliki 110 kamar.

Selain RS Martha Friska, pasien Corona di Sumut dibawa ke RS GL Tobing. RS ini memiliki 2 ICU dan 37 ruang isolasi. RS GL Tobing disiapkan untuk pasien Corona dengan kondisi ringan, sementara RS Martha Friska disiapkan untuk pasien Corona dengan kondisi sedang dan berat.

"Ringan dia, udah GL Tobing. Sedang-berat di sini. Saya ingin ada pengaturan. Makanya ada operator. Operator itu induknya di posko. Saya mau semua di data," kata Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi RS Martha Friska, Rabu (1/4/2020).

(haf/haf)