detikcom Do Your Magic

Tawuran Bersenjata Tajam Jadi Alasan Warga Ingin Jembatan Kota Paris Roboh

Afzal Nur Iman - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:56 WIB
Ketua RW 06 Kampung Rawa, Husnan Hendriyadi bicara soal Jembatan Kota Paris di Johar Baru yang sering jadi akses tawuran. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Ketua RW 06 Kampung Rawa, Husnan Hendriyadi bicara soal Jembatan Kota Paris di Johar Baru yang sering jadi akses tawuran. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta -

Warga Kampung Rawa dan Kampung Kota Paris di Johar Baru, Jakarta, sudah lama ingin jembatan Kota Paris dirobohkan. Keinginan itu didasari keresahan masyarakat terhadap tawuran yang terus-terusan terjadi melewati jembatan itu.

Ketua RW 06 Kampung Rawa Husnan Hendriyadi menjelaskan anak-anak muda yang terlibat tawuran sering kali berlarian ke rumah-rumah warga melewat jembatan itu. Bagaimana warga tidak ngeri? Mereka membawa senjata tajam.

"Karena masyarakat-masyarakat resah itu kan karena begitu dari jembatan lari ke wilayah kita ke pinggir rumah itu, ada jalan setapak itu kan. Kalau ada aparat, mereka pada ngumpet ke gang-gang kecil gitu," ujar Husnan saat ditemui di rumahnya, Senin (19/4/2021).

Jembatan itu menghubungkan RW 06 Kelurahan Kampung Rawa dan RW 05 Kelurahan Tanah Tinggi. Husnan mengatakan permohonan merobohkan jembatan tersebut merupakan permohonan dari warga sekitar jembatan.

"Jadi permohonan dari warga itu, kan itu mencakup 3 RW: RW 08, RW 01, RW 06. Kan antara kanan-kiri kan sebelah-sebelahan kita, seberang jalan itu Kelurahan Tanah Tinggi RW 05," ucapnya.

Karena adanya jembatan itu, orang-orang yang terlibat tawuran kerap berlarian hingga ke permukiman warga. Terkadang masyarakat yang terlibat tawuran membawa senjata tajam (sajam) dan membuat warga takut.

"Pakai lalu lintas juga, wilayah kita tuh, kan ada jalan setapak tuh pada lewat situ, kan warga resah, pada lari-lari pada bawa sajam," tambah Husnan.

Jembatan tersebut sudah diminta dirobohkan sejak dua tahun lalu. Husnan juga mengatakan warga telah menyepakati untuk merobohkan jembatan tersebut.

"Sudah lama itu, udah dua tahunan itu, kita kan tergantung permintaan masyarakat, bukan keinginan pribadi, untuk kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, pelaku tawuran membawa senjata tajam:

Selanjutnya
Halaman
1 2