Colek Anies, Ganjar Pranowo Dinilai Cek Ombak 2024

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Omah Mbudur, Jowahan, Wanurejo, Borobudur, Kamis (8/4/2021).
Ganjar Pranowo (Eko Susanto/detikcom)
Jakarta -

Aksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencolek Gubernur DKI Anies Baswedan saat ditanya soal diskotek Jakarta menimbulkan spekulasi politik. Aksi Ganjar dinilai sebagai serangan halus terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Mungkin saja Ganjar sedang melakukan trik politik sedang 'serang' Anies secara halus. Mungkin untuk melihat respons Anies. Dan untuk melihat respons publik," kata pakar politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Menurut Ujang, serangan halus Ganjar ke Anies menyangkut soal 2024. Diproyeksikan bakal banyak lagi ucapan saling sindir Anies dan Ganjar ke depannya.

"Arahnya ke sana. Ini pemanasan awal. Ke depan akan banyak lagi saring sindir dan saling serang," ujar Ujang.

Ujang menjelaskan pendukung kedua tokoh itu pun sesungguhnya sudah saling serang sebelumnya di media sosial. Terakhir, saling serang itu soal kantor Ganjar yang kebanjiran.

"Urusan banjir kemarin. Kan kantor Gubernur Ganjar di Jateng kena Banjir. Diolok-olok juga oleh netizen," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Parameter Politik Adi Prayitno menilai ucapan Ganjar hanya gurauan. Ucapan Ganjar belum menyangkut soal rivalitas capres 2024.

"Pertama, tak nyambung colekan Ganjar ke Anies dikaitkan dengan persaingan Pilpres 2024. Itu guyonan biasa saja karena yang ditanya diskotek Jakarta. Tak semua yang terkait Anies dan Ganjar soal rivalitas capres. Meski dua orang ini mentereng di survei, belum tentu bisa nyapres," ujarnya.

Di sisi lain, menurut Adi, Ganjar cerdas melihat momentum. Ganjar dinilai pintar 'mencolek' Anies sehingga publik ramai membicarakannya.

"Kedua, Ganjar cerdas mencari perhatian dengan colek Anies. Kalau tak colek Anies live IG stafsus itu tak bakal ramai viral dibicarakan orang. Anies selalu jadi komoditas politik. Panas soalnya. Apalagi yang colek Ganjar, pasti ramai dunia persilatan," imbuhnya.

Momen 'colekan' Ganjar Pranowo kepada Anies Baswedan sebelumnya disebut sarat aroma Pilpres 2024. Ganjar pun menanggapi analisis tersebut kejauhan karena hal itu hanya dialog spontan saat Ganjar menjawab pertanyaan warga.

"Nggak ada (soal pilpres), kejauhan," kata Ganjar di kantornya seusai pertemuan dengan Dubes Ceko, Senin (19/4).

Ia menjelaskan momen mencolek Anies merupakan dialog ketika menjawab pertanyaan soal diskotek yang buka namun mudik dilarang.

"Itu ada yang nanya, 'Pak Ganjar, mudik nggak boleh kok diskotek buka'. Lho diskotek buka di mana? Yang di Semarang yang dilaporkan ke saya, kemudian saya laporkan Pak Hendi (Wali Kota Semarang). Terus kemudian tim Satpol PP kita turun, ditutup. 'Oh nggak di sini, Pak, di Jakarta'. Kalau di Jakarta ya, Fadjroel ngomong, lapor ke Gubernur DKI, gitu aja," jelasnya.

(rfs/gbr)