detik's Advocate

Saya Mau Ceraikan Istri yang Bipolar Manik Episode, Anak Ikut Siapa?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 08:19 WIB
ilustrasi cerai
Ilustrasi cerai (Foto: iStock)

Ketiga, di saat terjadi perceraian disertai dengan kondisi ibu mengidap Bipolar Manik Episode, UU Perkawinan tidak mengaturnya secara khusus tentang siapa yang berhak mendapatkan hak asuh anak. Akan tetapi Pasal 156 huruf c KHI mengecualikan berlakunya Pasal 105 huruf a KHI yang menyatakan:

Apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmanidan rohani anak, meskipun biaya nafkah dan hadhanah telah dicukupi, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama dapat memindahkan hak hadhanah kepada kerabat lain yang mempunyai hak hadhanah pula.

Mengacu pada Pasal 156 huruf c KHI itu, maka seorang ibu bisa kehilangan hak asuh terhadap anaknya sekali pun si anak masih berusia di bawah 12 tahun. Alasan peralihan hak asuh ibu yang diutamakan adalah kepentingan yang terbaik bagi si anak (the best interest of the child) yang termanifestasi kepada perilaku dan kecakapannya saat mendidik anaknya.

Hal ini terkandung dalam asas perlindungan anak yang terdapat dalam Pasal 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 yang telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi:

Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi non diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup, perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak.

Sebagai perbandingan, bisa merujuk putusan Pengadilan Agama (PA) Yogyakarta Nomor 206//Pdt.G/2019/PA.Yk. Putusan ini soal perceraian dan soal hak asuh anak yang terkait si ibu yang memiliki Bipolar Manik Eposode.

Dalam putusannya, PA Yogyakarta tetap memberikan hak asuh anak kepada si ibu meski mengidap bipolar manik episode. Majelis hakim setelah melihat fakta selama persidangan dan tidak terdapat ancaman keselamatan jasmani dan rohani anak memutus hak asuh tetap pada ibu yang mengidap bipolar manik episode.

Pertimbangan majelis hakim memutuskan ini adalah demi kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child), fakta bipolar manik episode dapat disembuhkan dan psikologi hukum legal custody adalah tanggungjawab ayah dan physical custody adalah hak ibu guna memastikan perkembangan psikologis anak ke depan.

Namun demikian, mengenai siapa yang paling berhak untuk mengasuh anak dalam suatu perkara sangat bergantung dengan penilaian majelis hakim berdasarkan fakta-fakta persidangan.

Demikian uraian singkat ini dan terima kasih.

Alvon Kurnia Palma, S.H., M.H.
"AKP and Partner"
Gedung Dana Graha Ruang 305A
Jalan Gondangdia Kecil
Menteng Jakpus

====
Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh tim detik, para pakar di bidangnya serta akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Berhubung antusias pembaca untuk konsultasi hukum sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak, kami mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam

Tim Pengasuh detik's Advocate

Halaman

(asp/mae)