RI Diminta Sampaikan Sikap soal Kemanusiaan di Depan Pemimpin Kudeta Myanmar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 05:55 WIB
Senior General Min Aung Hlaing, commander-in-chief of the Myanmar Armed Forces, delivers a speech during the opening ceremony of Union Peace Conference in MICC 2 at NayPyiDaw on January 12, 2016.  Myanmar opposition leader Aung San Suu Kyi will address ethnic armed groups, organisers of a fresh round of peace talks said, after she outlined peace as a priority for her government when it takes power in March. AFP PHOTO / Ye Aung THU / AFP PHOTO / Ye Aung Thu
Jenderal Min Aung Hlaing Foto: AFP PHOTO/Ye Aung Thu
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi, berharap Pemerintah Indonesia menyampaikan sikap dan pandangannya terhadap isu di Myanmar saat pemimpin Junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, datang ke Jakarta. Min Aung Hlaing akan ke Jakarta saat pertemuan pemimpin negara ASEAN.

"Dalam pertemuan, hendaknya pemerintah via Kemenlu perlu mengkonfirmasi mengenai keamanan WNI di sana pasca kudeta junta. Selanjutnya mengenai sikap RI, tetap disampaikan secara resmi diplomatik dalam forum," ucap Anggota Komisi I, Bobby Adhityo Rizaldi, saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Selain itu, Indonesia sebagai tuan rumah, harus menjamin keamanan tamu-tamu negara. Meskipun, yang datang adalah pemimpin kudeta di Myanmar yang banyak dikecam oleh berbagai pihak.

"Tetap harus dijaga delegasi Myanmar yang berada di Indonesia sebagai tamu negara atau VVIP," katanya.

Selain itu, anggota Komisi I DPR yang lain, Dave Laksono menyebut masalah di Myanmar saat ini adalah masalah kemanusiaan. Junta militer yang berkuasa saat ini, disebut Dave, telah membunuh banyak warga sipil.

"Ada kebijakan kita tidak mencampuri urusan dalam negeri lain. Tapi ini masalah demokrasi dan hak asasi rakyat yang oleh pemerintah Myanmar," ucap politikus Golkar tersebut, saat dihubungi terpisah.

Bobby Adhityo RizaldiBobby Adhityo Rizaldi Foto: Bobby Adhityo Rizaldi. (Dok Pribadi).


Menurut Dave Laksono, ada kemungkinan Pemerintah Indonesia tidak bisa menolak kedatangan Min Aung Hlaing. Namun, posisi Indonesia harus disampaikan tegas.

"Kalau kita menerima hadir, kita harus memiliki posisi yang tegas. Kenapa? mereka itu melakukan pambantaian terhadap warganya dalam jumlah besar, dalam beberapa waktu ini," ucapnya.

Indonesia menurut Dave, memiliki posisi tawar yang tinggi. Selain memiliki penduduk yang banyak dan pertumbuhan ekonomi yang baik, Jakarta juga dijadikan sebagai tempat Sekretarian ASEAN.

"Kita 260 juta orang, nilai ekonomi kita di ASEAN berapa miliar dolar. Kita punya daya tawar yang kuat karena kita penduduk terbesar," katanya.

Dave LaksonoDave Laksono Foto: Ari Saputra

Simak juga video 'PBB: 707 Orang Terbunuh Sejak Militer Kuasai Myanmar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2