PMI Diimbau Tak Mudik, Menaker: Banyak Cara Aman Tunjukkan Cinta Keluarga

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 21:21 WIB
Menaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengimbau para Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunda mudik ke Tanah Air. Hal itu lantaran situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

"Tentu banyak PMI yang ingin mudik karena rindu dengan keluarga: ibu, bapak anak, dan kerabat lainnya di kampung halaman. Dalam kesempatan ini, saya sangat berharap, meminta agar niat mudik ditunda dulu," imbau Ida dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (18/4/2021).

Ida mengulas meskipun pandemi COVID-19 di Indonesia terus ditangani dan program vaksin tengah berjalan, namun situasi belum sepenuhnya kondusif. Menurut Ida perjalanan dari negara penempatan ke Tanah Air membuat PMI berisiko tertular COVID-19.

"Kemungkinan tertular COVID-19 dalam perjalanan masih sangat besar karena penerbangan yang panjang dan lama menuju tanah air. Kasian jika keluarga di kampung ikut terkena nantinya," sebut Ida.

Ida menyampaikan para PMI bisa menggunakan sambungan video call berkomunikasi tatap muka dengan orang tua, anak dan kerabat untuk merayakan Hari Lebaran.

"Permohonan maaf kepada ibu dan bapak di kampung bisa melalui video call atau telpon. Uang lebaran untuk anak-anak bisa ditransfer, hadiah-hadiah bagi mereka bisa dikirimkan via pos. Banyak cara yang aman untuk menunjukkan cinta dan ridha kita kepada keluarga," urai Ida.

Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Surat Edaran Nomor M/7/HK.04/IV/2021 tersebut ditujukan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia, Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia, dan Penanggung Jawab Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

(akn/ega)