Usut Tahanan Tewas, Komnas HAM Apresiasi Polres Tangsel Kooperatif

Kadek Melda L - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 21:21 WIB
Komnas HAM meminta keterangan Polres Tangsel terkait tewasnya seorang tahanan narkoba
Komnas HAM saat meminta keterangan Polres Tangsel terkait tewasnya seorang tahanan narkoba. (dok. Komnas HAM)
Jakarta -

Komnas HAM menyelidiki kasus tewasnya SS, tahanan kasus narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga dianiaya sesama tahanan. Komnas HAM mengapresiasi keterbukaan Polres Tangsel.

"Kami menyampaikan apresiasi karena Polres Metro Tangsel kooperatif dan terbuka menyampaikan keterangan, baik itu dari Satresnarkoba, Satreskrim, Sattahti, dihadiri juga oleh Kasi Propam," kata Ketua Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM Wahyu Pratama, Sabtu (17/4/2021).

Komnas HAM belum selesai menyelidiki kasus tewasnya SS. Komnas HAM masih membutuhkan dokumen hingga rekaman CCTV untuk memastikan penyebab tewasnya SS.

"Harapannya, Polres Tangsel dapat segera menyiapkan data yang kami butuhkan seperti salinan dokumen penyerahan jenazah kepada keluarga untuk mengetahui penyebab dan waktu kematian, dan CCTV peristiwa saat terjadi penganiayaan terhadap SS dan saat kondisinya jatuh sakit. Jika diperlukan, kami akan siapkan surat permintaan secara tertulis," ungkap Tama.

Tama mengatakan informasi dari Polres Tangsel sudah cukup banyak. Dia mengatakan Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM belum ada rencana memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran.

"Soal pemanggilan Kapolda Metro Jaya, atas nama Tim yang bertugas lakukan permintaan keterangan Polres Metro Tangsel kemarin, tidak ada dalam rencana kami untuk lakukan pemanggilan atau permintaan keterangan Kapolda Metro Jaya," ucapnya.

"Tentunya, setiap rencana Tim akan kami sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini komisioner Pemantauan dan Penyelidikan M Choirul Anam, berikut laporan pemantauan dan rekomendasinya sebelum dikirim/dikeluarkan," tambah Tama.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil keterangan yang diterima dari Polres Tangsel, SS diduga tewas karena sakit jantung. Tama menyebut polisi sempat melarikan SS ke rumah sakit, tapi SS meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Informasi penting yang bisa kami bagikan, SS meninggal dunia disebabkan oleh sakit jantung, petugas dari Tahti dan Satresnarkoba telah berupaya membawa yang bersangkutan ke beberapa RS, di antaranya RS Medika sebanyak dua kali, terakhir ke RSUD Kab Tangerang, namun meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD," tuturnya.

Tama mengatakan, sepekan sebelum meninggal, SS dianiaya oleh sesama tahanan dan ditemukan adanya luka memar serta lecet pada bagian tangan juga dahi SS. Polisi, kata Tama, sedang menyelidiki terkait kekerasan yang dialami SS.

"Berdasarkan keterangan Penyidik Jatanras Reskrim tadi, ada luka memar di bagian tangan, luka lecet pada bagian dahi. Seminggu sebelum meninggal dunia, yang bersangkutan dianiaya oleh sesama tahanan. Untuk kasus ini, penyidik Jatanras telah lakukan lidik dan sidik, menetapkan 2 tersangka, dan melimpahkan berkas penanganan perkara ke JPU setempat. Namun keduanya belum bisa diproses lebih lanjut, karena sedang menunggu proses hukum yang sebelumnya selesai (inkrah)," ujarnya.

Lebih lanjut Tama menyampaikan jika SS ditahan pada akhir tahun lalu karena kasus kepemilikan narkotika. SS diketahui meninggal pada pertengahan Desember tahun lalu.

"SS ini tahanan kasus kepemilikan narkotika (ditahan) 1 Desember 2020. Ditangkap di Serpong info dari penyidik Reskrim. Meninggal dunia 11 Desember 2020, pihak keluarga korban tidak ada menyampaikan aduan ke Komnas HAM, namun untuk pelaksanaan mandat pemantauan dan penyelidikan berdasarkan pasal 89 ayat (3) UU No 39/ 1999 tentang HAM, Komnas HAM dapat melakukannya tanpa aduan masyarakat, secara proaktif/inisiatif lewat pemberitaan media atau pemberi informasi yang identitasnya tidak diungkap," imbuhnya.

Saat ini Polres Tangsel menetapkan dua tersangka dalam kasus penganiayaan SS. Kedua tersangka ini merupakan tahanan Polres Tangsel.

"Kami sudah tetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap korban, berkas perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Jumat (16/4).

(jbr/hri)