Dampak Bencana, Sejumlah Desa di Adonara-Lembata-Alor Harus Direlokasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 17:52 WIB
Desa Nelelamadike, Ila Boleng di Flores Timur menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah bencana banjir dan longsor Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi seusai bencana di NTT. (Ashri Fathan/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menyebut bencana alam di NTT bisa segera beranjak dari tahap tanggap darurat. Menurutnya, peralihan tahap tanggap darurat ke tahap rehabilitasi bisa saja dipercepat jika melihat kondisi di lapangan.

"Seperti kita ketahui tahap tanggap darurat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi NTT kita berlakukan sampai 5 Mei 2021. Setelah itu kita masuk tahap rehabilitasi dan tahap rekonstruksi. Tapi perlu kita sampaikan pada tahap tanggap darurat ini ada kemungkinan bisa dipercepat tanggap daruratnya, lalu kita masuk ke tahap rehabilitasi," ujar Josef saat konferensi pers secara virtual, Sabtu (17/4/2021).

Josef mengatakan tahap rehabilitasi bencana bisa dilakukan tanpa harus menunggu batas akhir tahap tanggap darurat pada 5 Mei 2021. Pihaknya kini masih memantau kondisi terakhir di lapangan.

"Jadi tidak mesti sampai tunggu tanggal 5 (Mei) tanggap daruratnya selesai semua baru ke tahap rehabilitasi, tidak. Mungkin bisa terjadi minggu depan tanggap daruratnya sudah selesai sesuai kriteria BNPB, bisa kita lakukan tahap rehabilitasi," jelasnya.

Lebih lanjut Josef menjelaskan terkait beberapa desa terdampak bencana yang perlu direlokasi. Dia menyebut ada tiga desa di Adonara hingga Alor yang harus direlokasi.

"Saya bisa informasikan ada beberapa desa yang direlokasikan, seperti di Adonara itu ada 3 desa yang harus direlokasi, kemudian di Lembata ada 3-4 desa, juga di Alor itu juga harus direlokasi. Terus terang kami belum dapatkan laporan dari teman-teman di daerah untuk berapa yang direlokasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah bisa dapatkan data itu," kata Josef.

Diketahui, data per (17/4/2021), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di NTT berjumlah 181 orang. Korban yang masih dinyatakan hilang saat ini sebanyak 47 orang.

Peristiwa bencana terjadi di sejumlah daerah di NTT pada Minggu (4/4) dini hari. Setidaknya ada 10 kabupaten dan 1 kota yang terkena dampak bencana alam banjir hingga tanah longsor akibat kelahiran Siklon Tropis Seroja di bagian selatan NTT atau Samudra Hindia.

(run/jbr)