Jubir Jokowi Sebut Model Istana Negara Baru Seperti Gedung Capitol-White House

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 11:56 WIB
Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya untuk periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Fadjroel Rachman (Foto: dok. Antara Foto)

Anggaran Ibu Kota Baru Rp 500 Triliun

Sementara itu, Fadjroel juga mengungkapkan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru itu sekitar Rp 500 triliun. Namun anggaran itu, kata dia, tidak berasal dari APBN semua.

"Ibu kota negara baru akan memerlukan dana cukup besar, sekitar Rp 500 triliun, tapi cuma 1 persen saja dari APBN, 99 persen berasal dari non-APBN, macam-macam bentuknya ada kerja sama pemerintah-swasta, ada swasta murni dan sebagainya," katanya.

Jokowi, kata Fadjroel, juga menjanjikan di tahun pertama setelah groundbreaking ibu kota baru akan ada 100 ribu lapangan kerja. Dia berharap, pada 2045, 5 juta tenaga kerja akan terserap.

"Tetapi Presiden menjanjikan sejak tahun pertama sudah ada 100 ribu lapangan kerja tercipta. Jadi, ketika groundbreaking dilakukan, tahun pertama 100 ribu tenaga kerja akan diserap di sana sampai 2045 akan terserap 5 juta tenaga kerja. Jadi ini bukan sekadar membangun ibu kota negara memindahkan dari Jakarta, akan tetapi sebagai juga simpul untuk menarik investasi dari luar ke ibu kota negara baru," pungkasnya.


(zap/hri)