Inhil Riau Dilanda Angin Kencang, Bayi Tewas-20 Bangunan Rusak

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 11:55 WIB
Sebanyak 20 bangunan di Kabupaten Inhil Riau rusak akibat bencana angin kencang (dok BNPB)
Kondisi kerusakan beberapa rumah akibat diterjang angin kencang di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kamis (15/4). (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Seorang bayi perempuan berusia 4 bulan dilaporkan menjadi korban peristiwa angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Selain itu, ada dua orang terluka dan 18 keluarga terdampak bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan peristiwa itu terjadi di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Inhil, Riau, pada Kamis (15/4) pukul 16.30 WIB.

"Kerugian yang ditimbulkan atas dampak angin kencang tersebut meliputi 9 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak berat, 1 kantor posyandu rusak ringan, 1 kantor Desa Sangkar rusak ringan, dan 10 tiang listrik tumbang," kata Raditya dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021).

Dampak kerusakan tersebut didasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil per Jumat (16/4) pukul 23.47 WIB.

Adapun hingga sejauh ini, BPBD Kabupaten Inhil telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu membersihkan puing rumah yang rusak, dan melakukan evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban terdampak.

Sebanyak 20 bangunan di Kabupaten Inhil Riau rusak akibat bencana angin kencang (dok BNPB)Seorang warga memeriksa salah satu rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kamis (15/4). (Foto: dok. BNPB)

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dan berlaku Sabtu (17/4) hingga Minggu (18/4).

Adapun beberapa wilayah yang diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrem meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Kemudian Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Melihat dari adanya informasi perkembangan prakiraan cuaca tersebut, diharapkan pemerintah daerah setempat dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu seperti meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan lintas instansi terkait, mempersiapkan sarana dan prasarana penanganan darurat, memberikan informasi kepada masyarakat dan melakukan upaya penyelamat terpadu dalam tanggap darurat bencana," ungkapnya.

Simak juga Video: Lokasi-lokasi Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/hri)