Round-Up

Penggagas Poros Partai Islam Tetap Ngegas Meski Diserang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 08:26 WIB
Menguatnya Politik Islam, Bukan Partai Islam
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta -

Wacana poros partai Islam untuk Pilpres 2024 menyeruak belakangan ini setelah Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum PPP Suharso Monoarfa bertemu. Sejumlah parpol mengkritik wacana pembentukan poros partai Islam itu. Meski begitu, penggagas poros partai Islam tetap melanjutkan wacana tersebut.

Awalnya kritik soal poros partai Islam datang dari PAN. Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan menilai wacana poros partai Islam bertentangan dengan upaya rekonsiliasi nasional.

"Dalam satu-dua hari ini, saya menyimak munculnya wacana pembentukan koalisi partai Islam untuk Pemilu 2024. Saya menilai wacana ini justru kontraproduktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara," kata Zulkifli dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Politikus yang juga dikenal dengan panggilan Zulhas itu mengatakan politik identitas yang terbangun dalam Pilpres 2019 menimbulkan ketegangan di masyarakat. Zulhas khawatir wacana pembentukan poros Islam justru membangun kembali politik identitas seperti yang terjadi pada Pilpres 2019.

"Masih jelas dalam ingatan kita Pilpres 2019 begitu kuat menggunakan sentimen SARA dan politik aliran, politik identitas. Luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan dan tarik-menarik itu masih terasa. Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bersatu. Buktinya, capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung," papar Zulhas.

"Menanggapi wacana koalisi partai Islam 2024 itu, PAN melihat justru ini akan memperkuat politik aliran di negara kita. Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan," imbuhnya.

Partai Ummat Kritik Poros Partai Islam: Seperti Ditinggalkan Pendukung

Kritik terkait poros partai islam juga datang dari Partai Ummat. Partai Ummat mengaku masih bingung terkait rencana dibentuknya poros partai Islam untuk 2024. Partai Ummat beranggapan poros partai Islam terkesan seperti kepanikan partai-partai Islam yang mulai ditinggalkan pendukungnya.

"Ya tentunya saya sebagai bagian dari partai Islam menyambut baik inisiatif itu, tapi ada catatan, catatannya adalah partai Islam yang dimaksud partai Islam yang beroposisi atau partai Islam yang sedang menjadi bagian dari rezim ini. Kalau koalisi partai Islam kemudian dia termasuk bagian dari rezim ini, saya tidak tahu gimana kerja samanya," kata penggagas Partai Ummat, Agung Mozin, saat dihubungi, Kamis (15/4/2021).

"Koalisinya seperti apa, apakah koalisi yang akan dikooptasi oleh rezim atau koalisi untuk gimana, nggak ngerti saya, sungguh tidak mengerti. Tapi, kalau misalnya dinyatakan kita ingin bangun koalisi partai-partai Islam, oke," lanjutnya.

Agung menduga koalisi poros partai Islam ini sebetulnya digagas oleh partai yang mulai ditinggalkan pendukungnya. Selain itu, dia menilai koalisi poros partai Islam ini terkesan seperti bentuk kepanikan.

"Saya melihatnya itu kepanikan dari partai-partai Islam yang sudah mulai ditinggalkan pendukungnya, yang kemudian mereka mencoba bermanis-manis seolah-olah membangun koalisi Islam. Jangan sampai artinya koalisi partai Islam digagas suatu partai yang mulai ditinggalkan oleh pendukungnya, jadi partai partai yang sudah tidak mendapat dukungan publik kemudian mereka mencoba untuk menyuarakan seolah-olah menyuarakan suara Islam, padahal nggak juga tuh," ucapnya.

Lebih lanjut Agung menyinggung koalisi poros partai Islam ini mungkin dibentuk oleh partai yang saat ini memiliki elektabilitas di bawah 1 persen. Dia menyebut partai itu tidak pernah bersuara terkait persoalan yang dihadapi umat Islam.

"Partai-partai yang sudah mulai 0 koma, 0 koma itu kan, mereka itu kan label Islam, tapi ketika ada persoalan Islam mereka tidak pernah bersuara, tidak pernah menyuarakan apa yang menjadi keprihatinan umat Islam, termasuk yang saat ini umat Islam dikriminalisasi dan lain lain, itu mereka nggak, tokoh-tokoh islam ya, mereka diam-diam saja tuh," ujarnya.

Simak Video: PPP Gas Wacana Terbentuknya Poros Islam: Akan Ada Pertemuan Lanjutan

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3