Warga Lembata NTT Dihebohkan Isu Tsunami, BMKG Pastikan Aman

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 01:24 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Foto: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Zhacky-detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan kenaikan muka air laut di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan hal wajar bukan tsunami. Warga yang panik menuju tempat lebih tinggi diminta kembali.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan berdasarkan monitoring yang dilakukan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan di Lembata. Tidak kenaikan air laut yang mengindikasikan tsunami.

"Berdasarkan data monitoring muka air laut, itu tidak ada kenaikan siginifikan yang mengindikasikan tsunami. Jadi kenaikan itu, ya kenaikan air laut maksudnya gelombang itu wajar ya, tapi yang kami jaga mengindikasikan tsunami itu loh nah itu polanya beda, pola kenaikan gelombang, dan itu tidak terjadi," kata Dwikorita kepada detikcom, Sabtu (17/4/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah warga di Lembata panik saat adanya kenaikan air laut sehingga mencari tempat yang lebih tinggi. Namun, kini warga diminta untuk kembali ke dataran yang lebih rendah.

"Menurut informasi Tagana, yang langsung ke masyarakat, yang saat itu adalah taganana dan kami teman-teman BMKG di sana koordinasi dengan Tagana, itu sudah pada turun, polisi juga terlibat, polisi yang meminta untuk turun kembali," ujar Dwikorita.

Peristiwa naiknya air laut di Lembata menurut informasi BMKG terjadi pada Jumat (16/4) malam. Dwikorita mengatakan BMKG tak keberatan dengan warga kembali ke rumah masing-masing.

"Mungkin ya (sudah pada turun), tadi peristiwanya sekitar sebelum pukul 23.30, pukul 23.00 lebih waktu Indonesia bagian barat, kalau di sana kan sudah pukul 24.00. Itu polisi sudah meminta kembali ke rumah masing-masing yang kami peroleh. Dan kami tidak keberatan karena tidak ada indikasi tsunami saat itu," imbuhnya.

(rfs/fjp)