Epidemi dalam Al-Qur'an (3)

Faktor Timbulnya Virus

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 04:57 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Di antara berbagai virus yang sedang atau yang pernah mewabah di dalam masyarakat hingga kini masih ada yang belum bisa di temukan vaksin dan penyembuhannya. Dari mana datangnya virus itu, bagaimana proses penjangkitannya, dan bagaimana upaya penyembuhannya, masih sedang dilakukan riset intensif oleh para ahlinya.

Di antara penyebab timbulnya epidemi menurut para ahli ialah:
Resistensi polusi organisma inang rendah atau jika peluang bagi patogen untuk pindah dari organisma inang yang satu ke organisma inang yang lain meningkat.
Meningkatnya virulensi patogen antra lain sebagai akibat rendahnya resistensi (daya tahan tubuh manusia) seperti awal mula berjangkitnya epidemi influensa menyerang seluruh dunia pada tahun 1918, diduga sebagai akibat Perang Dunia I yang menyebabkan resistensi manusia pada waktu itu karena kurang dan rendahnya mutu pangan. Epidemi suatu penyakit juga sering timbul sesudah terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir besar, dan sebagainya.

Sementara kita menunggu para ahli melakukan penelitiannya, maka ada baiknya kita menengok bagaimana Al-Qur'an isyarat-isyarat Al-Qur'an tentang epidemi. Di dalam Al-Qur'an setidaknya ada tiga kasus epidemi yang diceritakan di dalamnya. Perilaku virus (epidemi) ternyata sudah diungkap di dalam Al-Qur'an.

Sejumlah peristiwa mengerika telah diungkap di dalam Al-Qur'an yang dapat dihubungkan dengan epidemiologi ialah kasus pemusnaan kaum nabi Shaleh dengan virus yang diduga berasal dari sapi ajaib yang disembeli oleh Raja. Demikian pula kasus epidemi yang menimpa kaum Thalut dan Jalut, serta epidemi yang menghancurkan pasukan Raja Abrahah, sebagaimana digambarkan dalam Q.S. al-Fil.

Ketiga kisah tersebut dalam Al-Qur'an ini menarik untuk dikaji. Pertama, kisah musnahnya Bani Tsamud, sebuah rezim penguasa yang digambarkan di dalam 26 ayat Al-Qur'an dan sejumlah hadis Nabi sebagai penguasa yang amat anarkis. Dikisahkan bahwa Nabi Shaleh diutus Allah kepada kaum Tsamud supaya menyembah hanya kepada Allah dan meninggalkan kezaliman dan gtradisi penyembahan berhala nenek moyang mereka.

Namun Raja Tsamud menantang Nabi Shaleh dengan mengatakan, jika engkau seorang Nabi atau Rasul perlihatkanlah tanda bukti kebenaranmu (dalam bentuk mukjizat). Permintaan Tsamud dan para pembesarnya sangat tidak masuk akal. Mereka meminta Nabi Shaleh mengeluarkan unta raksasa yang sedang hamil dari lubang batu kecil dalam keadaan hidup. (Bersambung).

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)-

(erd/erd)