BMKG Prediksi Hujan Es Guyur Sumsel-Jabar Hari Ini

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 07:18 WIB
Hujan di Bekasi (Dok. detikcom)
Foto: Hujan di Bekasi (Dok. detikcom)
Jakarta -

Hujan es sempat melanda sejumlah daerah di Indonesia beberapa hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hari ini akan terjadi lagi hujan lebat dengan disertai angin dan es.

"Potensi hujan lebat yang bisa disertai angin kencang dan hujan es," jelas Koordinator Subbidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra kepada detikcom, Jumat (16/4/2021).

Dari pantauan radar BMKG, Agie menjelaskan hari ini sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa juga berpotensi hujan es. Warga diimbau berhati-hati.

"Dari data hari ini wilayah barat Sumatera dan Sumatera selatan, Lampung. Yang memiliki potensi hujan lebat. Diinformasikan ke masyarakat bisa berhati-hati hari ini khususnya yang sedang beraktifitas keluar rumah," kata Agie.

"Banten, beberapa wilayah di Jateng (Jawa Tengah) dan Jabar (Jawa Barat) juga ada (potensi hujan disertai es)," terang Agie.

Terkait fenomena hujan es, Agie menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Salah satunya karena peralihan musim.

"Bahwa pada pertengahan hingga akhir April saat ini wilayah Indonesia sedang berada pada fase peralihan musim. Energi pembentukan awan hujan di atmosfer masih sangat tinggi dan cenderung memiliki momentum yang akan menyebabkan seringnya terjadi cuaca ekstrem," kata Agie.

Salah satu ciri peralihan musim yakni perubahan cuaca yang signifikan dalam satu hari. Misal, pada pagi hari cuaca terik, sedangkan sorenya hujan deras.

"Artinya fenomena seperti hujan es, angin kencang dan puting beliung akan meningkat dalam periode ini," lanjut Agie.

Fenomena hujan es bisa terdeteksi dari radar cuaca BMKG. Karena hujan es, kata Agie, sifatnya cenderung cepat dan acak.

"Hujan es adalah fenomena yang sangat lokal, terkadang selain faktor atmosfer juga sering dipengaruhi oleh faktor topografi," imbuhnya.

"Kenapa bisa demikian (hujan es) sering (terjadi) saat ini, karena lapisan frezing level sering sangat rendah dan dekat dengan permukaan. Hujan es sering dikaitkan dengan front udara hangat, ketika udara suhu pada atau di bawah titik beku terperangkap di lapisan terendah atmosfer sementara udara hangat bergerak ke atas," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, dilanda hujan es, kemarin (16/4). Sehari sebelumnya, Kota Bekasi, Jawa Barat, juga dilanda hujan es. Beberapa hari sebelumnya, hujan es juga mengguyur Kota Bandung.

Tonton Video: Hujan Es Sebesar Kelereng Melanda Bekasi

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mae)