Round-Up

Dikembangkan di USA, Kok Namanya Vaksin Nusantara?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 04:28 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Fakta baru terungkap dari Vaksin Nusantara yang melibatkan mantan Menkes Terawan Agus Putranto. Meski bernama 'nusantara', vaksin itu sebenarnya dikembangkan di Amerika Serikat.

Vaksin Nusantara diketahui kerap mendapat sorotan. Yang terbaru, sejumlah tokoh dan anggota DPR menjadi relawan uji klinis Vaksin Nusantara. Mereka di antaranya adalah Aburizal Bakrie, Gatot Nurmantyo, dan Siti Fadillah Supari. Ada pula Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad serta sederet anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan.

Anggota Komisi IX, Saleh Daulay mengatakan para anggota Dewan yang mengikuti vaksin ini menjadi contoh untuk vaksin Nusantara agar berjalan lebih awal. Dia menilai tidak ada muatan politis terkait vaksin Nusantara ini.

"Kita berani jadi contoh. Berani untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan para anggota DPR menjalani pengambilan sampel darah yang kemudian akan diolah dengan sistem dendritic cell. Pengambilan sampel yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR serta tokoh lain ini untuk melanjutkan vaksin Nusantara ke fase II. Dia yakin proses ini akan berhasil.

"Saya sangat mendukung, apalagi saya sudah pernah mendapatkan perbaikan sistem sel yang kurang-lebih cara kerjanya sama di RSPAD," lanjutnya.

Di sisi lain, asal muasal Vaksin Nusantara ini juga jadi pembahasan. Satgas Penanganan COVID-19 pun angkat bicara.

"Vaksin Nusantara adalah jenis vaksin yang dikembangkan di Amerika dan diujicobakan di Indonesia," kata Juru Bicara Satgas Penanganang COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers melalui Youtube, Kamis (15/4/2021).

Simak video 'Vaksin Nusantara Lanjut Terus Meski Belum Direstui BPOM':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3