Round-Up

Abdul Mu'ti Tak Mau Berangan Meski Dijagokan Jadi Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 03:23 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Foto: Abdul Mu'ti (Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Nama Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti santer diprediksi bakal masuk Kabinet Indonesia Maju dalam reshuffle jilid II. Ada yang menjagokan Abdul Mu'ti mengisi pos di bidang pendidikan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bagaimana respons Abdul Mu'ti diisukan bakal masuk kabinet Jokowi?

"Saya malah tidak tahu. Hanya baca di media saja," kata Abdul Mu'ti kepada detikcom, Rabu (14/4/2021).

Reshuffle kabinet sejatinya merupakan hak prerogatif presiden, dalam hal ini Presiden Jokowi. Karena itu, Abdul Mu'ti tidak mau berpikir terlalu jauh.

"Menteri itu hak prerogatif Pak Presiden. Saya tidak mau berandai-andai," imbuhnya.

Abdul Mu'ti dinilai layak mengisi pos di bidang pendidikan bukan oleh 'orang lain'. Adalah Ketua Umum (Ketum) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

"Kalau ada reshuffle Mas Mu'ti layak untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia," kata Sunanto kepada wartawan, Rabu (14/4).

"Mas Mu'ti sosok pendidik dan paham akan akar pendidikan bangsa, maka tidak akan ahistoris dalam membangun pendidikan Indonesia, bahkan akan berkemajuan dalam membangun pendidikan Indonesia," imbuhnya.

Pos pendidikan di kabinet Jokowi saat ini diisi oleh Nadiem Makarim. Mantan COE GoJek itu mengemban jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang bakal digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Nadiem dinilai sejumlah pihak kerap menimbulkan kontroversi. Yang paling teranyar adalah terkait Peta Jalan Pendidikan Indonesia yang menghilangkan kata 'agama'.

Kontroversi itu bisa dibilang menjadi pijakan isu Nadiem bakal di-reshuffle. Hingga kemudian muncul nama Abdul Mu'ti yang dinilai cocok menggantikan Nadiem.

Bagaimana tanggapan Muhammadiyah? Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2