Cegah Pemudik, Bupati Sragen Imbau Lurah-lurah Buat Video Silaturahmi

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 21:41 WIB
Pemerintah memutuskan meniadakan mudik Lebaran tahun ini. Keputusan ini berimbas pada pelarangan operasi moda transportasi pada 6 hingga 17 Mei 2021.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Larangan mudik berlaku tanggal 6-17 Mei 2021 untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19. Surat Edaran Satuan Gugus Tugas COVID-19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Lonjakan kasus COVID-19 dihindari dari kemungkinan adanya mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik. Bupati Sragen, Untung Yuni Sukowati pun menyatakan siap mengimbau lurah-lurahnya membuat konten video agar bisa menyapa para warganya yang ada di perantauan untuk tidak mudik.

"Dengan cara membuat video himbauan dan mereka yang ada diperantauan akan bersilaturahmi secara virtual," kata Yuni dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Ia menerangkan tahun lalu sekitar 10 ribu perantauSragen kembali ke kampung halaman meski telah dilandapandemi. Menurutnya dalam kurun waktu 2 hari saja bisa 1.400 orang datang pada April tahun lalu.

"Dulu satgas bekerja luar biasa sekali untuk mengamati para pelaku perjalanan. Kini, kami memberikan pemahaman bahwa memang kali ini dilarang untuk mudik," jelasnya.

Yuni mengatakan untuk wilayahnya ada beberapa titik tempat yang akan dilakukan barikade. Mulai dari masuknya Sragen dari arah barat, timur, dan utara.

"Teman-teman di Polres sudah melakukan simulasi dan kami memberikan dukungan penuh untuk itu," paparnya.

Sementara itu Kabag. Ops. Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol. Rudi Antariksawan mengatakan pemeriksaan di beberapa titik juga diperketat sehingga apabila ada masyarakat yag hendak mudik akan melalui pemeriksaan terlebih dahulu.

"Kita sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai Bali untuk mencegah masyarakat yang mudik. Ada 333 titik penyekatan yang kita siapkan, baik jalur tol maupun arteri," terangnya.

Ia menerangkan sejak 12 April - 5 Mei mendatang, kepolisian menggelar operasi keselamatan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang hendak kembali ke kampung halaman. Lalu pihaknya akan melakukan penyekatan sesuai dengan perintah pemerintah tanggal 6-17 Mei 2021.

(ega/ega)