Terlibat Pungli Sertifikat Tanah, Eks Kades di Sumsel Ditahan Kejaksaan

Prima Syahbana - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 20:02 WIB
eks kades di Sumatera Selatan ditahan usai terlibat pungli pembuatan sertifikat tanah (Dok Kejari Sumsel)
Eks kades di Sumatera Selatan ditahan usai terlibat pungli pembuatan sertifikat tanah. (Dok Kejari Sumsel)
Palembang -

Mantan kepala desa (kades) bernama Agus Taufik di OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), ditahan. Ia ditahan usai ditetapkan kejaksaan sebagai tersangka pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (prona) saat ia menjabat.

Informasi yang dihimpun detikcom, Agus sebelumnya merupakan mantan Kepala Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang, pada 2016 dan 2017. Ia ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur kasus pungli, di mana pada tahun tersebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) OKU Timur mengadakan program prona pembuatan sertifikat tanah untuk masyarakat secara gratis.

"Tersangka AT telah melakukan pungutan liar, hal itu terungkap karena adanya laporan dari masyarakat. Modus dari tersangka ini berupa mewajibkan masyarakat untuk membayar sejumlah uang untuk pembuatan sertifikat tanah prona pada tahun 2016 dan 2017," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari OKU Timur, Aci Jaya Saputra ketika dikonfirmasi detikcom, Kamis (15/4/2021).

Tersangka, kata Aci, saat masih menjabat melakukan sosialisasi bahwa pembuatan sertifikat tanah dikenai biaya Rp 1,5 juta pada 2016 sebanyak 247 sertifikat dan pada 2017 sebanyak 64 sertifikat. Padahal semua biaya pembuatan sertifikat itu sudah dibebankan pada DIPA BPN OKU Timur.

"Setiap sertifikat yang dibuat diwajibkan oleh tersangka untuk membayar Rp 1,5 juta dengan bayar DP 200 ribu dan melakukan pelunasan Rp 1,3 juta jika sertifikat sudah selesai, harusnya kalaupun dikenakan biaya diperbolehkan hanya Rp 200 ribu itu pun berlaku pada tahun 2017 yang lalu," terang Aci.

Aci mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus lebih lanjut dan tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru dan fakta baru.

"Tidak menutup kemungkinan ada oknum BPN yang terlibat nanti akan kita kejar apakah ada aliran uang ini ke BPN. Dari pengakuan tersangka ada aliran uang juga ke Oknum BPN," ungkapnya.

Namun sampai saat ini, pihaknya belum cukup bukti dan belum bisa berkata banyak mengenai adanya dugaan tersangka lainya. Untuk tersangka AT kini sudah dilakukan penahanan di Polres OKU Timur.

"Tersangka kita titipkan untuk dilakukan penahanan di Mapolres, sedangkan untuk penyidikannnya tetap kita yang handle. Akibat perbuatannya yang melanggar pasal 12 E dan Pasal 11 UU No 20 tahun 2001, tersangka terancam pidana kurungan penjara minimal 4 tahun," jelasnya.

(isa/isa)