Kota Mojokerto Jadi Daerah dengan Pembangunan Terbaik di Jawa Timur

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 19:35 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto mendapatkan penghargaan pembangunan daerah (PDD) terbaik III di Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Penghargaan tersebut diberikan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Jawa Timur, di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya.

Khofifah mengatakan pada dasarnya percepatan pembangunan daerah melalui digitalisasi telah dilakukan di setiap pemerintahan. Namun, ada pemerintah daerah yang merasa telah melakukan percepatan tetapi perlu perluasan. Maka ia mengatakan semestinya dilakukan pembaruan agar pemanfaatan digitalisasi dapat mencakup secara keseluruhan.

"Kami sangat mengapresiasi daerah-daerah yang telah melakukan percepatan pembangunan. Dengan pembangunan yang baik tentunya diharapkan mampu membawa kebaikan pula dan kemanfaatan bagi semuanya. Karena, Jawa Timur merupakan daerah penyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia, dengan kontribusi 14,57 persen," kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita bersyukur atas Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik III yang diperoleh kotanya. Penghargaan tersebut dapat menjadi tolak ukur bahwa Kota Mojokerto telah menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan.

Ning Ita mengungkapkan saat ini tak hanya percepatan pengembangan perluasan digitalisasi saja yang menjadi konsen Pemerintah Kota Mojokerto. Melainkan, perubahan-perubahan dan pengembangan kota dari tahun ke tahun yang sangat signifikan.

"Seperti, Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan PDRB per Kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Jumlah Penganggur, Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Ketimpangan, Pelayanan Publik dan Pengelolaan Keuangan Transparansi dan Akuntabilitas," jelas Ning Ita.

Lebih rinci Ning Ita menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto mengalami peningkatan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada tahun 2018 IPM mencapai 77,14 persen, tahun 2019 IPM mencapai 77,96 persen dan di tahun 2020 IPM mencapai 78,04 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi capaian di tahun 2019 sebesar 5,75 persen dan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto mengalami kontraksi sebesar minus 3,69 persen karena adanya pandemi COVID-19.

"Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) ini berdasarkan atas dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan proses penyusunan RKPD. Selain itu, juga dinilai pencapaian pelaksanaan dokumen RKPD serta inovasi yang dikembangkan masing-masing daerah," ungkapnya.

Ia pun menuturkan Pemkot Mojokerto patut berbangga karena raihan Penghargaan Pembangunan Daerah merupakan pengakuan keberhasilan Kota Mojokerto dalam menyiapkan perencanaan, pelaksanaan serta pencapaian pembangunan daerah dilakukan dengan baik.

"Selain itu, Kota Mojokerto dinilai mampu melaksanakan keterpaduan pembangunan pusat dan daerah," imbuh Ning Ita.

(prf/ega)